Rabu, 11 Desember 2019


Presiden Lantik Heru sebagai Kepala BNN

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 304
Presiden Lantik Heru sebagai Kepala BNN

KEPALA BNN DILANTIK - Presiden Joko Widodo melantik Heru Winarko sebagai Kepala BNN di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/3). Heru menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun. (Biro Setpres)

JAKARTA, SP – Presiden Joko Widodo melantik Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun. Heru sebelumnya adalah Deputi Penindakan KPK sejak 15 Oktober 2016.
Setelah dilantik, kepada media Heru Winarko mengatakan, ia mengincar sejumlah bandar besar narkoba yang beroperasi di wilayah Indonesia. 

"Saya akan melanjutkan dan tentu akan meningkatkan kinerja, seperti bandar-bandarnya akan kita lakukan tindakan. UU Anti-Narkoba sendiri sudah mengatur, ada organisasi pencegahan di situ, rehabilitasi ada di situ, akan kita optimalkan berjalan sinergis semuanya," kata Heru seusai dilantik di Istana Negara Jakarta, Kamis.

Sejumlah hal yang akan diperhatikan oleh Heru, misalnya, pelabuhan-pelabuhan tikur yang dapat menjadi tempat naik-turunnya narkoba dari berbagai kapal.

"Perlu kita ketahui bersama bahwa pelabuhan-pelabuhan ini bukan hanya pelabuhan yang resmi, tapi juga ada pelabuhan-pelabuhan tikus, ini yang jadi perhatian kita juga. Makanya saya bilang BNN tidak bisa bekerja sendiri dan akan bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat dan lain-lain," jelas Heru.

Kerja sama itu juga dimungkinan untuk dikerjakan bersama dengan KPK. Heru rencananya melakukan serah terima jabatan dari Budi Waseso pada Senin (5/3).

Jenderal polisi bintang dua itu adalah lulusan Akademi Kepolisian 1985. Heru pernah menjabat sebagai staf Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan bidang Ideologi dan Konstitusi pada 2015, sebelum ia bertugas di KPK.

Pada 2012, ia pernah menjabat sebagai Kapolda Lampung maupun bertugas di Direktorat Ekonomi Khusus Mabes Polri pada 2009 dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri pada 2010.

Heru juga telah dianugerahi sejumlah tanda jasa antara lain Satya Lencana Kesetiaan VIII, Satya Lencana Kesetiaan XVI, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Dwidja Sistha, Satya Lencana Karya Bhakti, Satya Lencana Ksatria Tamtama dan Bintang Bhayangkara Nararya.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso menitipkan sejumlah program pemberantasan narkoba kepada penerusnya, Heru Winarko.

"Banyak hal yang harus saya sampaikan kepada pengganti saya, karena itu harus dilanjutkan dan ada yang harus ditingkatkan," kata Budi Waseso (Buwas) di lingkungan Istana Kepresidenan.

Bukan hanya itu saja, BNN juga akan meningkatkan sarana dan prasarana yang lain seperti gedung.

"Sistem sudah saya buat, walaupun belum sempurna karena saya baru 2,5 tahun, tapi itu yang saya bisa lakukan untuk negara, khususnya narkotika," ungkap Buwas.

Sistem lain yang sudah dikerjakan misalnya adalah untuk menghilangkan tanaman ganja di Aceh yang merupakan produk narkotika dalam negeri. Hal tersebut, menurut Buwas, didukung oleh Presiden melalui terbitnya instruksi presiden (inpres) yang mengatur program Kementerian Pertanian dan swasembada pangan.

Presiden Joko Widodo menginginkan agar sejumlah standar yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi dapat diterapkan di Badan Narkotika Nasional.

"Ya kita ingin agar BNN nantinya memiliki standar-standar yang baik seperti yang mungkin Pak Heru (Kepala BNN baru Heru Winarko) sudah lakukan di KPK. Ada standar-standar yang dibawa dari KPK ke BNN," kata Presiden.

Baik standar mengenai 'governance', standar tata kelola organisasi. “Yang paling penting sisi integritas karena di situ peredaran narkobanya, duitnya gede sekali, omsetnya gede sekali. Gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik," tambah Presiden.

Presiden mengakui bahwa Heru akan mengalami banyak tantangan dalam memimpin BNN apalagi menyusul banyaknya kapal berbendera asing yang membawa barang ilegal tersebut ke perairan Indonesia. (ant/lis)