Selasa, 24 September 2019


Rusuh Napi Teroris, Wiranto: Tak Ada Negosiasi, Tapi Ultimatum

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 608
Rusuh Napi Teroris, Wiranto: Tak Ada Negosiasi, Tapi Ultimatum

Menkopolhukam, Wiranto. (Antara Foto)

DEPOK, SP - Polri memastikan rusuh narapidana teroris di Rutan Cabang Salemba yang berada di dalam Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok berakhir. 

Hal tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol Sjafruddin dalam konferensi pers di Mako Brimob, Kamis (10/5) pagi.

Menkopolhukam Wiranto, juga memberikan keterangan pers resmi mewakili pemerintah Indonesia. 

Dia menyebutkan sebanyak 155 narapidana dan tahanan teroris menyerah tanpa syarat setelah aparat keamanan memberikan ultimatum kepada mereka.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan tak ada negosiasi kepada teroris tersebut sejak kerusuhan terjadi pada Selasa (8/5) malam.

"Bukan negosiasi, tetapi ultimatum," kata Wiranto didampingi Kepala BIN Budi Gunawan dan Kepala BNPT Suhardi Alius.

Wiranto menegaskan saat ultimatum pertama, sebanyak 145 langsung menyerah sedangkan 10 orang melakukan perlawanan tetapi setelah diserbu semua menyerahkan diri.

Sementara sebelumnya pada Rabu seorang teroris tewas. Kerusuhan itu juga membawa korban jiwa lima anggota polisi.

Ia juga menyebutkan Polri telah mengambil kembali 30 pucuk senjata yang sempat dikuasai para teroris.

"Senjata itu bukan senjata organik militer atau kepolisian, tetapi hasil sitaan dari aparat keamanan saat operasi penanganan terorisme sebelumnya," kata Wiranto.

Wiranto bersyukur bahwa operasi penanggulangan teroris tersebut berlangsung dengan baik. (ant)