Selasa, 24 September 2019


NTB Tiga Hari Tanggap Darurat Gempa

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 768
NTB Tiga Hari Tanggap Darurat Gempa

MERATAP - Warga meratap kondisi rumahnya yang rubuh akibat gempa 6,4 skala richter di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, pukul 06.47 WITA, Minggu (29/7). (Antara Foto)

NUSA TENGGARA BARAT, SP - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menyampaikan pihaknya menetapkan masa tanggap darurat selama tiga hari untuk penanganan pascabencana gempa bumi 6,4 skala richter yang mengguncang Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok pada Minggu (29/7) pagi.

"Kita kini fokus penanganan penyelamatan dahulu, polisi, badan SAR, semua aparat kita kerahkan. Untuk tiga hari ini kita masa tanggap darurat," katanya.

Dia mengatakan akibat gempa tersebut, sementara telah ditemukan korban meninggal 10 orang dan lebih dari seratus orang korban luka-luka. Sementara itu, berdasarkan laporan sementara tiga kecamatan paling terdampak, dua kecamatan berada di Lombok Utara yaitu Kecamatan Sembalun dan Sambelia, serta satu kecamatan di Lombok Selatan yaitu Kecamatan Bayan.

"Kita akan terus pastikan penanganan gempa ini," katanya. 

Dia juga menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita terhadap para korban akibat gempa tersebut.

"Kita berduka cita karena ada musibah gempa yang tidak bisa kita hindarkan, musibah yang memang merupakan ketetapan Allah SWT. Pagi hari ini dan baru saja susul-menyusul," katanya. 

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan telah terjadi gempa susulan berkekuatan 4,2 skala richter di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu sore. Gempa tersebut berpusat di dataran Pulau Lombok, sekitar empat kilometer dari timur laut Lombok Utara. Gempa susulan terjadi sekitar pukul 17.05 WIB.

Gempa susulan tersebut merupakan rangkaian gempa yang terjadi sejak pagi. Gempa pertama kali mengguncang wilayah NTB dengan kekuatan 6,4 SR. Hingga pukul 12.00 WIB, BMKG mencatat setidaknya telah terjadi 104 kali gempa susulan di perairan NTB yang turut mengguncang Lombok dan Sumbawa.

Sejumlah warga di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang menjadi lokasi terparah pascagempa bumi 6,4 SR masih merasakan terjadinya gempa susulan hingga puluhan kali.

"Sudah puluhan kali kami rasakan gempa, bahkan sampai sore ini masih sering terjadi," ujar Amak Wir (50) saat ditemui di rumahnya di Dusun Bebante, Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Dia menuturkan, akibat gempa yang masih sering terjadi, dirinya dan keluarga belum berani kembali ke rumah. Warga Sembalun masih khawatir dengan gempa susulan yang masih sering terjadi di wilayah itu. (ant/cnn/bls)