Intrik, Konflik Ekonomi Global, Winter is Coming

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 502

Intrik, Konflik Ekonomi Global, Winter is Coming
Nusa Dua, SP – Dalam pidato pembukaan Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Presiden Joko Widodo menggambarkan hubungan antar negara maju seperti perselisihan para raja dan bangsawan dalam serial televisi Game of Thrones.  

Situasi negara maju yang selalu waspada menghadapi perang dagang dan ketidak pastian ekonomi global digambarkan Presiden sebagai situasi “winter is coming” dalam serial TV yang digarap oleh David Benioff dan DB Weiss.  

Kondisi waspada menghadapi “kebekuan” ekonomi juga dirasa negara-negara berkembang yang ikut terimbas situasi ekonomi dunia yang galau.  

“Perang dagang semakin marak, dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara tengah tumbuh, juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar. Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan 'winter is coming',”  ujar Joko Widodo dalam pidatonya.

Presiden juga menyebut istilah “Great Houses”. Ini merupakan istilah untuk menyebut sejumlah kerajaan besar yang menguasai Westeros. Dalam Game of Thrones, kerajaan besar itu antara lain House Lannister, House Targaryen, House Stark, House Arryn, dan House Greyjoy.  

Kerajaan besar itu terlibat suatu konspirasi untuk bekerja sama merebut kekuasaan, atau untuk mempertahankan kekuasaan. Joko Widodo mengungkapkan, istilah “Great Houses” seperti menggambarkan negara adikuasa dalam perebutan kekuasaan menguasai perekonomian global.  

“Perebutan kekuasaan antara para 'Great Houses' itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda, satu Great House tengah berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan. Dan setelahnya, House yang lain akan berjaya dengan menjatuhkan House yang lain," ujar Joko Widodo dalam pidatonya.

Joko Widodo juga menyebutkan istilah “Iron Throne” dalam bagian pidatonya. Dalam Game of Thrones, Iron Throne merupakan singgasana raja yang menguasai wilayah Westeros.  

Singgasana ini terletak di wilayah King's Landing, yang merupakan ibu kota kerajaan. Selain itu, singgasana yang terbentuk dari ribuan pedang ini juga menjadi ikon serial tersebut.  

Menurut Presiden, singgasana pedang menggambarkan puncak kekuasaan yang diperebutkan oleh beberapa negara adikuasa.  

Joko Widodo menilai, tidak penting siapa yang duduk di Iron Throne, yang penting adalah terciptanya kekuatan bersama untuk menghadapi musibah berkepanjangan. “Agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua.” 

Presiden Joko Widodo mengagambarkan dunia saat ini menghadapai “Evil Winter” yang dalam Game of Thrones merujuk kepada pasukan zombie yang dipimpin Night King.  

Pada episode terakhir, pasukan itu digambarkan mulai menyerang Westeros, dan masuk melalui Winterfell. Menurut Jokowi, "Evil Winter" mencerminkan ancaman global yang tengah meningkat pesat, seperti perubahan iklim dan sampah plastik.

“Saat ini kita sedang menghadapi ancaman global yang tengah meningkat pesat. Perubahan iklim, telah meningkatkan intensitas badai dan topan di Amerika Serikat hingga Filipina," ujar Joko Widodo dalam pidatonya. “Sampah plastik di laut di seluruh penjuru dunia telah mencemari pasokan makanan di banyak tempat. Ancaman global yang tumbuh pesat tersebut yang hanya bisa kita tanggulangi jika kita bekerja sama.”  

Melalui penggambaran Game of Throne, Presiden Joko Widodo mengajak para bangsawan penguasa “Great House” yang hadir dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, menciptakan iklim ekomoni dunia yang lebih hangat.  (*)   

*Dikutip dari kompas.com , “Jokowi Berpidato Pakai Istilah “Game of Throne”, Ini Maknanya..”