Kamis, 24 Oktober 2019


Pekerja Migran Majalengka Dihukum Mati di Arab Saudi

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 356
Pekerja Migran Majalengka Dihukum Mati di Arab Saudi

Jakarta, SP - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan mengeksekusi mati pekerja migran Indonesia asal Majalengka, Tuty Tursilawati, Senin (29/10). Tuty adalah salah satu dari 16 warga negara Indonesia yang didakwa hukuman mati di Arab Saudi.

Direktur Eksekutif Migran Care, Wahyu Susilo mengecam eksekusi mati yang dilakukan Saudi tanpa notifikasi kepada perwakilan pemerintah Indonesia di sana.

“Migrant Care memprotes keras eksekusi Tuty Tursilawati. Ini menambah catatan buruk Saudi yang hingga kini juga dituntut masyarakat internasional atas kasus kematian misterius Jamal Khashoggi (wartawan pengkritik Raja Salman),” kata Wahyu kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/10).  

Menurut Wahyu, kabar eksekusi Tuty didapatnya dari Kementerian Luar Negeri RI. Kementerian Luar Negeri juga tidak diberi pemberitahuan oleh Saudi sebelum eksekusi dilakukan. “Menurut Kementerian Luar Negeri, Tuty dieksekusi 29 Oktober 2018 dan perwakilan RI di sana tidak diberi notifikasi,” ujarnya.

Tuty ditangkap pada 2010 karena dituduh membunuh majikannya. Perempuan kelahiran 1984 itu diduga membunuh majikannya dengan alasan membela diri dari upaya pelecehan seksual.

Hingga kini, Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum, Lalu Muhammad Iqbal belum mengonfirmasi kabar eksekusi ini.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengakui informasi itu. Namun, Agus enggan memberi rincian informasi dan menyerahkan paparan lebih mendalam kepada Kementerian Luar Negeri. “Benar,” kata Agus. (*)