Suap Sawit DPRD Kalteng, KPK Geledah PT SMART & PT BAP

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 420

Suap Sawit DPRD Kalteng, KPK Geledah PT SMART & PT BAP
Jakarta, SP - Tim penyidik KPK menggeledah kantor PT SMART Tbk dan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), Selasa (30/10). Penggeledahan di kantor anak usaha Sinar Mas itu terkait penyidikan kasus dugaan suap anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Tim KPK melakukan penggeledahan di kantor PT SMART Tbk dan PT BAP yang terdapat di satu gedung,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Febri mengungkapkan, penyidik KPK menyita 2 dus barang bukti berupa dokumen terkait dengan perizinan dan dokumen korporasi lain.

Selain itu, tim penyidik KPK juga mengangkut barang bukti elektronik, seperti laptop dan hardisk. “Penggeledahan ini dilakukan secara paralel dengan kegiatan penggeledahan di tiga lokasi di Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Menurut Febri, saat ini pihaknya tengah mempelajari bukti-bukti yang didapat dari kantor anak usaha Golden Agri-Resources (GAR) itu, dan tiga lokasi lainnya di Kalteng.

“Kepentingan pihak-pihak yang diduga memberikan uang pada sejumlah anggota DPRD Kalteng, proses persetujuan di dalam korporasi, sertai fakta lain yang relevan akan menjadi perhatian KPK,” kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK men­duga pengurus PT BAP mem­berikan uang Rp 240 juta kepada anggota Komisi B DPRD Kalteng. Perusahaan itu diduga meminta anggota Dewan Kalteng membantu masalah dugaan pencemaran lingkungan.

Petinggi anak usaha Sinar Mas yang ditetapkan sebagai ter­sangka di antaranya Edy Saputra Suradja, Direktur PT BAP yang juga Wakil Direktur Utama PT SMART Tbk, Willy Agung Adipradhana, CEO PT BAP Wilayah Kalteng Bagian Utara, dan Teguh Dudy Zaldy, Manajer Legal PT BAP.

KPK juga menetapkan 4 ka­langan DPRD Kalteng sebagai tersangka. Yakni Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding LH Bangkan, dan dua anggota Komisi B DPRD Kalteng, Arisavanah dan Edy Rosada.

KPK menduga pemberian uang Rp 240 juta itu bukanlah yang pertama kali. Saat ini lembaga yang dipimpin Agus Rahardjo tengah mendalami pem­berian lain dari PT BSA kepada anggota dewan Kalimantan Tengah tersebut.

Bersamaan dengan penggele­dahan kantor PT SMART dan PT BAP, penyidik memeriksa Teguh Dudy Syamsuri Zaldy. Manager Legal PT BAP itu akhirnya menyerahkan diri pada 29 Oktober 2018.

Tegguh Dudy Syamsuri Zaldy sempat menghilang 2 hari setelah KPK melakukan op­erasi tangkap tangan 27 Oktober 2018. Sehari kemudian, KPK mengumumkan Teguh termasuk salah satu ter­sangka kasus ini, dan diminta menyerahkan diri. (*)