Minggu, 20 Oktober 2019


Dendam Istrinya Dicekoki Narkotika, BS Bakar Teman Sendiri

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 7706
Dendam Istrinya Dicekoki Narkotika, BS Bakar Teman Sendiri

Medan, SP - Tidak sampai 24 jam, BS (35  tahun) tersangka pembakaran Sudirman alias Pai (35 tahun) berhasil ditangkap polisi. BS dilumpuhkan petugas Satreskrim Polsek Percut Seituan dengan timah panas.  

Tersangka BS menyerah setelah polisi menembak betisnya, Sabtu (24/11) pukul 03.00 WIB. Tersangka bersembunyi di kawasan Percut Seituan.  

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri mengatakan motif penganiayaan dan pembakaran terhadap korban Sudirman, warga Gang Tanom, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang diduga disebabkan dendam.  

“Dalam waktu cepat, pelaku berhasil kami amankan setelah lebih dulu dilumpuhkan dengan timah panas,” kata Kompol Faidil, Minggu (25/11), seperti dikutip sindonews.com.  

Sebelum menjalani pemeriksaan, BS dievakuasi ke RS Bahayangkara Medan untuk menjalani perawatan luka tembak. Dari hasil pemeriksaan pelaku dan saksi-saksi, kasus penganiayaan ini direncanakan.  

Pada Jumat (23/11) sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya di Lapangan Sepakbola Reformasi, Desa Tembung, Deliserdang, BS memukul kepala Sudirman menggunakan palu.  

Informasi yang dihimpun, BS diduga sakit hati terhadap korban yang juga temannya, Sudirman karena diduga mencekoki istri tersangka dengan narkoba.  

Setelah korban tak sadarkan diri, BS menyiramkan bensin yang sudah disiapkan dalam botol air mineral, kemudian disulut dengan api. Seketika itu Sudirman terbakar. “Korban Sudirman dibakar setelah tak sadarkan diri,” terang Kapolsek.  

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menyelamatkan Sudirman dengan memadamkan api yang telah membakar sekujur tubuhnya. Kemudian dievakuasi ke RSU Pringadi Medan untuk menjalani perawatan medis.  

Sedangkan pelaku BS melarikan diri yang akhirnya berhasil ditangkap polisi. “Pelaku dijerat Pasal 340 jo 338 jo KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” tegasnya. (*)