Indonesia Peringkat ke-3 Akses Film Porno Dunia

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 11720

Indonesia Peringkat ke-3 Akses Film Porno Dunia
Ilustrasi
Jakarta, SP - Internet menjadi jendela informasi di era milenial saat ini. Berbagai macam konten di internet tersedia, mulai dari berita, hiburan, pendidikan, hingga konten dewasa.  

Khusus konten dewasa atau situs porno, menjadi tugas yang tak pernah usai bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk terus melacak dan memblokirnya.  

Pada Agustus 2018, Kominfo memerintahkan 15 penyedia layanan internet (ISP) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk memblokir gambar bermuatan pornografi yang ada di mesin pencari. Pemblokiran dilakukan dengan menerapkan safe mode di seluruh mesin pencari ISP.  

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika), Semuel Abrijani Pangerapan mengakui rumit untuk memblokir konten pornografi berdasarkan kata kunci. Pasalnya para pengunggah terus memperbarui kata kunci konten pornografi. Seringkali konten pornografi muncul tanpa kata kunci eksplisit.  

Sementara itu, melalui data dari salah satu penyedia konten dewasa, warga Indonesia paling banyak mengakses situs porno di perangkat ponsel dibanding lewat komputer. Data mengungkap bahwa Indonesia masih menjadi negara yang gemar mengonsumsi konten porno, meskipun pemblokiran terus dilakukan.  

Melalui data Similarweb diketahui pengguna internet Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 3 menit 36 detik untuk menonton film porno di internet.  

Menurut data rekapitulasi statistik, Indonesia berada di peringkat ketiga dalam pencarian film porno bertema “ayah”. Indonesia berada di bawah Filipina, Thailand, dan Pakistan.  

Sedangkan pada 2015, Indonesia berada di peringkat ke-12 dunia di bawah Lesoto, Papua Nugini, dan Malaysia dalam hal pencarian film porno dengan kata kunci "perempuan hamil".  

Masih di tahun yang sama, jumlah milenial Indonesia pengakses situs porno paling banyak nomor dua di bawah India. Komposisi milenial sebanyak 74 persen dan yang lebih tua sejumlah 26 persen. Indonesia, menurut data itu, memang menjadi bagian besar dari statistik pengkases industri film porno dunia.  

Bahaya Film Porno
Bahaya menonton film porno adalah menimbulkan kecanduan layaknya kecanduan narkoba. Lebih fatal bila sampai terjadi hamil di luar nikah.  

Saat menonton film porno yang akan terjadi adalah produksi hormon endorfin yang tidak baik bagi tubuh. Jika terus menerus menonton film porno maka individu tersebut tidak bisa lagi memilah mana yang baik dan buruk, sebab yang dominan adalah nafsu.  

Solusi, bentengilah dirimu dengan pembekalan agama yang mumpuni, serta isilah hari-harimu dengan hal-hal yang positif seperti olahraga atau melakukan hobi. (*)  

Artikel ini muncul kali pertama pada okezone.com dengan judul: “Indonesia Peringkat Ketiga dalam Pencarian Film Porno, Lebih Sering Akses di Ponsel”.