Sekda Papua Mengaku Hanya Tampar Penyidik KPK

Nasional

Editor Admin Dibaca : 2546

Sekda Papua Mengaku Hanya Tampar Penyidik KPK
DIPERIKSA – Sekda Papua, Herry Dosinaen usai diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Selasa (19/2) dini hari.
JAKARTA, SP - Polisi menyebut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Herry Dosinaen mengaku dirinya menampar petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah melaksanakan tugas di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada awal Februari lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, peran Herry dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut, memukul pegawai KPK bernama Gilang Wicaksono. Namun, dalam pemeriksaan, Herry tak mau menyebut tindakannya tersebut sebagai pemukulan, melainkan hanya penamparan saja.

"(Peran Herry) memukul, tetapi dalam pemeriksaan, dia (bilang) menampar," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (19/2).

Herry sejauh ini tak ditahan meski telah berstatus tersangka, karena itu sebagai kewenangan pihak penyidik. Namun, Argo mengonfirmasi bahwa kuasa hukum Herry, menyampaikan surat permintaan untuk tidak dilakukan penahanan.

"Ada surat dari kuasa hukumnya mohon tidak dilakukan penahanan, karena masih ada pekerjaan-pekerjaan yang masih harus dilaksanakan," tuturnya.

Herry dijerat dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. Penetapannya sebagai tersangka sudah sesuai dengan prosedur, di mana ada dua alat bukti yang sudah terpenuhi. Gelar perkara pun dilakukan.

"Bahwa sebelum dilakukan pemeriksaan kita sudah punya data, artinya ada data keterangan saksi, data keterangan ahli dan dari petunjuk. Dan dari penyidik sudah melakukan gelar perkara, untuk menentukan status Sekda Papua," tutur Argo.

Sebelumnya, Herry telah menjalani pemeriksaan pada Senin (18/2) kemarin. Dia menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Usai menjalani pemeriksaan, Herry sempat menyampaikan permintaan maaf, terkait kasus hukum yang menjeratnya saat ini.

"Secara pribadi maupun kedinasan, dan atas nama pemerintah Provinsi Papua, atas emosional sesaat, refleks yang terjadi mengenai salah satu pegawai KPK di Hotel Borobudur, sekali lagi atas nama pribadi dan kedinasan dan Pemprov Papua [saya] memohon maaf ke pimpinan KPK dan segenap jajaran KPK atas kekhilafan ini," tutur Herry.

Sementara itu, KPK mengapresiasi Polda Metro Jaya yang telah meningkatkan status Hery menjadi tersangka, kasus dugaan penganiayaan pegawai KPK.
"Tentu saja KPK berterima kasih dan apresiasi apa yang sudah dikerjakan tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri pun berharap, kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh pihak, tidak berusaha menghalangi penegak hukum dalam menjalankan tugasnya. (ant/cnn/bls)

Komentar