Kamis, 19 September 2019


OSO Sekolahkan Lima Mahasiswa UNP ke Luar Negeri

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 1236
OSO Sekolahkan Lima Mahasiswa UNP ke Luar Negeri

PADANG, SP - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Oesman Sapta Odang (OSO) akan sekolahkan lima mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) ke luar negeri.

"Saya ingin menyediakan lima orang dari kampus ini untuk sekolah di luar negeri. Jadi, tahun depan minta ke Pak Rektor untuk menyeleksi anak-anak cerdas, anak-anak pintar pria dan wanita. Tiga wanita dua pria untuk disekolahkan ke luar negeri," kata Oesman.

Hal tersebut dikatakannya saat memberikan sambutan dalam "Dialog Nasional Pemilu 2019 yang Aman, Tertib, dan Badunsanak dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Universitas Negeri Padang (UNP) Kota Padang, Sabtu (23/2).

Namun, Oesman belum bisa menjelaskan secara rinci negara mana yang akan dituju lima mahasiswa tersebut

"Paling dekat ke Malaysia, paling jauh ke Eropa, paling jauh lagi ke Amerika pokoknya yang paling dekat Malaysia," ucap Oesman.

Ia pun mengingatkan agar para mahasiswa "bertarung" secara sehat dalam proses seleksi tersebut nantinya.

"Nanti bertarung lah, bertarung secara sehat, jangan sikut menyikut, jangan hoaks, jangan membawa keinginan-keinginan yang tidak bermartabat," kata Oesman.

Ia pun menyatakan bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan suatu ketulusan sebagai anak bangsa agar mahasiswa yang diberangkatkan dapat meningkatkan pengetahuannya, misalnya dalam bidang teknologi.

"Lantas transfer teknologi dari luar negeri ke dalam negeri, jangan salah bukan berarti kita bodoh. Luar negeri juga mentransfer teknologi dari dalam negeri. Banyak anak-anak dari Malaysia kuliah di sini, dari Singapura, dari Afrika, dari Amerika pun ada sekolah di Indonesia karena pendidikan kita juga pendidikan yang maju dengan moral," tuturnya.
  Dalam kesempatan itu, OSO yang juga Ketua DPD RI ini, mengajak agar masyarakat menjaga situasi keamanan dan ketertiban menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019.

"Dalam sejarah perjalanan Indonesia, Pemilu 2019 adalah Pemilu pertama kali yang Pilpres dan Pileg dilaksanakan serentak. Oleh karena itu, karena ini yang pertama kali mari kita jaga situasi keamanan dan ketertiban. Hanya dengan kebersamaan lah Indonesia yang besar ini dapat mampu kita jaga," kata Oesman. 

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa sekeras apapun kompetisi menjelang Pemilu jika semua pihak memegang teguh Pancasila, maka semuanya akan dapat bertindak dewasa.

"Saya melihat lambang di atas Bhinneka Tunggal Ika (dalam Gedung Auditorium UNP), dalam empat pilar ini filosofinya adalah satu Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, itu dasar yang paling dasar. Dengan berpedoman pada Pancasila, tindakan kita akan lebih berperikemanusiaan serta tetap menjaga kekuatan dan persatuan," ucap Oesman.

Selain itu, kata dia, dengan berpedoman pada Pancasila, maka dalam berdemokrasi akan selalu punya tujuan yang sama, yaitu terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia pun juga mengajak para mahasiswa yang hadir pada acara itu untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu nanti.

"Jadi anak-anak nanti, kalian akan memliih jangan sampai tidak memilih, karena tugas kalian sebagai anak yang sudah menjadi dewasa adalah memilih. Jangan sekali-kali kita tidak turut memilih dan tidak turut memilih pemimpin yang benar-benar amanah," tuturnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada penyelenggara Pemilu di wilayah Sumatera Barat untuk bersikap profesional.

"Sebaik apapun masyarakat dan menjaga situasi ini, namun jika penyelenggara Pemilu tidak bersikap perofesional, maka akan menimbulkan masalah di sana sini," kata Oesman.

Ia pun mengingatkan agar KPU Provinsu Sumbar arus benar-benar memastikan bahwa logistik Pemilu sudah sesuai dengan aturan dan kebutuhannya. 

"Bawaslu harus terus mengawasi agar setiap tahapan pemilu ini telah sesuai dengan regulasi," ucap dia. (ant/bob)