Kongres Sungai Indonesia: Upaya Membentuk Sinergi Bagi Model Pengelolaan Baru

Nasional

Editor Admin Dibaca : 249

Kongres Sungai Indonesia: Upaya Membentuk Sinergi Bagi Model Pengelolaan Baru
JAKARTA, SP - Mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak cukup sekadar diwujudkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dengan baik. Hal itu kurang berarti apabila pada saat yang sama kita membiarkan terus sumberdaya alam digerus secara massif dan menimbulkan kerusakan lingkungan.

Demikian pula bila 7000 sungai yang mengalir di Bumi Nusantara makin buruk kualitasnya dan terus menerus mengancam kehidupan kita.

Upaya revitalisasi sungai sejauh ini belum bisa menghasilkan kemajuan seperti yang diharapkan oleh berbagai sebab kendati telah banyak pihak mencoba.

Untuk itulah kemajuan revitalisasi sungai butuh konsolidasi antar pihak yakni komunitas, perguruan tinggi, swasta, media dan pemerintah. Perkembangan dunia yang kian komplek membuat manusia mesti mencari model-model baru mengatasi persoalan hidup.

Demikian pula dalam mengatasi persoalan sungai. Menempatkan pemerintah sebagai penanggung jawab tunggal bagi terwujudnya sungai yang bersih tidaklah bijak. Ada pihak lain yang mesti ikut serta. Yakni perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta media massa. Masing-masing mesti berbagi peran.

Untuk itulah Kongres Sungai Indonesia kembali digelar 21-24 Maret 2019 mendatang di Komplek Kampus Universitas Indonesia.

Ada 7 buah agenda besar yang akan dibahas untuk bisa mencapai sebuah sinergi antar para pihak dalam upaya mencari solusi bersama persoalan sungai. Adapun tema utamanya adalah Sungai Sebagai Pusat Peradaban Bagi Peningkatan Kualitas Hidup Manusia.

“Lewat Kongres ini kita mencoba mencari bentuk penyelesaian masalah bangsa secara gotong royong dan bersama-sama,” ujar Ketua Presidium Kongres Sungai Indonesia Warsito Elewein, Senin (4/3).

Kegiatan-kegiatan yang digelar KSI 4.0 mesti merupakan tempat yang paling nyaman bagi pihak-pihak yang punya kepedulian terhadap sungai. Dengan demikian dapat saling memberikan informasi apa saja yang telah dilakukan serta mendiskusikan bentuk kerjasama baru. Cara ini diharapkan akan menghasilkan model-model penyelesaian masalah yang komprehensif.

Kelompok-kelompok kreatif sungai akan ikut tampil untuk mengekspresikan ide dan gagasan mereka baik bidang seni, budaya serta ekonomi.

“Sebelumnya ada acara pra kongres yang akan berlangsung di berbagai tempat di Indonesia, untuk wilayah Jawa Tengah berlangsung di Semarang, tanggal 5-6 Maret 2019,” ujar Warsito menambahkan.

Dalam kegiatan pra kongres ini, para peserta berdiskusi secara mendalam sehingga KSI 4.0 akan bisa berjalan efektif dan terfokus. Tentu saja mencari usulan-usulan yang mesti di bahas dalam sidang komisi menyangkut 7 sub tema pembahasan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Kegiatan serupa akan berlangsung di Serdang Bedagai, Lampung, Pontianak, Kupang, Sorong dan juga Makassar. (*)