Ma’ruf Amin Pastikan Negara Hadir

Nasional

Editor elgiants Dibaca : 115

Ma’ruf Amin Pastikan Negara Hadir
Ma’ruf Amin Cawapres 01 Dan Sandiaga Uno Cawapres 02
JAKARTA, SP – Debat ketiga Pemilu 2019 ramai dengan adu program pasangan calon presiden. Calon wakil presiden, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno dipertemukan dalam debat edisi ini. Putri Ayuningtyas dan  Alfito Deannova jadi pemandu dalam sawala yang dilangsungkan di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). 

Tema sawala ketiga tersebut adalah, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan sosial budaya. Masing-masing cawapres, memaparkan program unggulan mereka lima tahun mendatang. Dalam penyampaian visi-misi, Cawapres 01, Ma’ruf Amin optimis Indonesia maju. Kuncinya ada pada manusia yang sehat, cerdas, produktif dan berakhlak mulia.

Kepemimpinan Jokowi-JK sudah melakukan banyak hal, tapi kerja belum selesai. Bersama capres Jokowi, dia akan melanjutkan ikhtiar untuk menjadikan kehidupan Indonesia lebih sejahtera dan bermaslahat. Di bidang kesehatan, program Jaminan Kesehatan Nasional dalam bentuk BPJS dan Program Keluarga Harapan akan dilanjutkan.

Siswa kurang mampu juga akan diberi beasiswa sampai tingkat perguruan tinggi. “Oleh karena itu kalian jangan takut untuk bermimpi, untuk bercita-cita, orang tua tidak perlu khawatir masa depan anaknya, karena negara telah dan akan terus hadir membantu kalian,” katanya.

Pasangan ini, bertekat memperbesar manfaat dan maslahat program yang sudah berjalan. Setidaknya, akan ada tiga hal konkret untuk mengentas masalah ketenagakerjaan. Jokowi-Ma’ruf akan mengeluarkan Kartu Kuliah, Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra Kerja.

  
“Supaya anak miskin bisa kuliah, ibu belanja murah dan semua mendapat kerja karena pemerintah telah membuat tempat pelatihan gratis,” katanya. Sementara cawapres 02, Sandiaga Uno menyebut dari hasil 1.500 kunjungan ke masyarakat dalam tujuh bulan terakhir, diyakini masa depan Indonesia akan cerah.

 Asalkan tercipta lapangan kerja, peluang usaha, harga bahan pokok terjangkau, pendidikan, kesehatan dan listrik lebih murah. Di bidang pendidikan, mereka akan meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan memastikan status mereka. Perbaikan kurikulum dan ujian nasional akan dihentikan. Gantinya, dibuat penerusan minat dan bakat siswa.

Selain itu, akan ada penyesuaian pendidikan dan lapangan pekerjaan. “Kami pastikan 200 hari pertama kepemimpinan Prabowo-Sandi, akar masalah JKN-BPJS diselesaikan, tenaga kesehatan dan obat dibayar tepat waktu,” sebutnya. Pasangan ini juga menggagas program 22 menit berolahraga tiap sehari.

 Di bidang ketenagakerjaan, program OKE OCE akan dibawa ke nasional. Dua juta lapangan kerja baru diyakini terbuka. Masalah kemiskinan dan sosial akan dibidik lewat basis data terpadu. “Toleransi jadi salah satu fokus kami. Budaya juga memiliki aspek industri kreatif yang bisa dimanfaatkan, ini yang akan dikembangkan,” katanya.

Pendidikan


Pertanyaan pertama di bidang pendidikan, terkait dengan peningkatan anggaran riset demi mencapai target lima besar negara ekonomi berkembang pada 2045. Sandiaga Uno berujar akan membuat sistem pendidikan yang berkolerasi dengan lapangan pekerjaan. Riset jadi investasi dalam program ini.

“Bukan hanya besaran, mungkin 1-2 persen untuk riset dan teknologi, tapi yang penting adalah bagaimana mengonsolidasikan dunia usaha bersinergi dengan riset. Jadi bagaimana riset itu menyumbang perkembangan dunia usaha dan sistem akademisi,” katanya. Sementara Ma’ruf Amin menyebut riset menentukan maju mundurnya negara.

Kepemimpinannya akan mengoordinasikan dana riset yang terbagi di beberapa kementerian dan lembaga. “Kami akan koordinasikan dalam satu, Badan Riset Nasional dan mengoptimalkan rencana riset nasional yang sudah ada. Kita sudah sepakat menyediakan dana abadi riset, selain dana abadi pendidikan dan kebudayaan,” katanya.

Namun menurut Sandi, dengam membentuk badan baru yang menangani riset, justru akan menambah birokrasi. Bagi pihaknya, kunci ada pada kolaborasi. “Kami memastikan dunia usaha akan diberi insentif baik fiskal maupun nonfiskal, jika mau berinvestasi di riset. Peneliti akan mendapatkan kesejahteraan.

Pemerintah juga harus memastikan inovasi bisa tercipta, kuncinya ada di peluang,” katanya. Anggapan menambah lembaga baru lewat Badan Riset Nasional dibantah Ma’ruf.

Badan itu justru untuk mengifisienkan dan menyatukan semua lembaga pengelola riset jadi satu. “Kita memang berencana mengikutsertakan semua pihak, termasuk dunia usaha dan industri. Maka riset akan semakin berkembang dan membangun Indonesia ke depan,” katanya.

Kesehatan


Di bidang kesehatan, masalah mendasar JKN lewat BPJS jadi pertanyaan. Ketimpangan antara tuntutan kualitas tinggi dan pembiayaan rendah, jadi penyebab program itu tak optimal. Para cawapres diminta memaparkan stategi mereka mengatasi hal itu. Ma’ruf Amin mengungkapkan layanan kesehatan itu, langkah inovatif pemerintah sekarang dan jadi asuransi terbesar dunia.

Di mana 96,8 juta peserta di antaranya, dibiayai pemerintah. Pemerintah diklaim sudah memberi layanan kesehatan murah. “Kami akan terus meningkatkan pelayanannya dengan memberikan pusat kesehatan yang mudah dijangkau, pelayanan dan dokter siap, dan masyarakat tidak kekurangan obat,” katanya.

Sementara Sandi menyebut akan memanggil semua akuntan terbaik Indonesia di Hongkong, untuk menghitung kebutuhan biaya BPJS Kesehatan. Negara tidak boleh absen dalam pelayanan kesehatan prima.

“Dalam 200 hari pertama memimpin, kita cari akar permasalahan, kita berikan layanan kesehatan prima, rumah sakit, tenaga medis dibayar tepat waktu,” katanya. Ma’ruf Amin sendiri menambahkan selain pelayanan kuratif, pengobatan, akses dan perbaikan pelayanan kesehatan, baik yang sifatnya fasilitas dan obat-obatan, pihaknya akan mendorong upaya pencegahan.

Lewat program Germas, dan Indonsia Sehat dengan pendekatan keluarga, kematian ibu dan stunting akan dihilangkan. “Stunting sekarang sudah diturunkan sampai 7 persen, dalam lima tahun akan datang, akan diturunkan 10 persen sehingga sampai 20 persen minimal,” katanya. Sandi tak mau kalah.

Prabowo-Sandi akan membenahi sistem rujukan BPJS Kesehatan, agar masyarakat tidak perlu menunggu berjam-jam karena sistem berbelit.

Program 22 menit berolahraga setiap hari diyakini akan berdampaknya positif terhadap pengurangan biaya kesehatan. “Posyandu harus ditambah kesejahteraannya, agar tingkatan kematian ibu turun. Gizi akan ditingkatkan untuk menurunkan stunting,” katanya.

Ketenagakerjaan


Sedang di bidang ketenagakerjaan, para cawapres ditanya stategi memperkuat sumber daya tenaga kerja yang mumpuni dan humanis. Terlebih dalam upaya menggerakkan industri 4.0.

Ma’ruf Amin menyebut akan memulai dengan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, politeknik, dan akademi. Semua akan disinergikan dengan dunia usaha dan industri. Pengembangan keterampilan juga akan diluaskan lewat balai latihan kerja, dan kursus aplikasi digital. Baik yang sifatnya kepintaran, kecakapan dan kebugaran.

“Jokowi-Amin juga akan ada sertifikasi dan pelatihan keterampilan, sehingga bisa meningkatkan dan bersaing di luar negeri dan melindungi mereka,” katanya. Untuk urusan itu, Sandiaga mengandalkan program Rumah Siap Kerja. Di dalamnya, akan ada penyesuaian pendidikan dan lapangan pekerjaan.

Terlebih 65 persen pengangguran merupakan angkatan kerja. Apa yang dibutuhkan dunia usaha dan disesuaikan dengan pendidikan. Usaha diberi insentif agar ada program magang. Hal ini dihadirkan sampai tingkat desa. Keterampilannya disesuaikan kebutuhan industri 4.0. “Dua juta pengangguran akan hilang dalam lima tahun.

Kami yakin Indoenesia menang bersama Prabowo-Sandi,” katanya. Sementara Ma’ruf Amin menyebut angka pengangguran dalam pemerintahan Jokowi sudah rendah. Angkanya berkisar di 5,13 sampai 5,30 persen. Angka ini yang terendah selama 20 tahun. “Kita mendorong tenaga kerja mampu menguasai teknologi digital.

Infrastruktur langit dengan Palapa Ring, sudah mempercepat munculnya startup, unicorn dan decacorn, maka perlu persiapan anak-anak menghadapi tantangan ke depan,” sebutnya.
Sandi menimpali, yang dibutuhkan pengangguran adalah kesiapan dan kesempatan. Dalam program Rumah Siap Kerja, akan ada pelayanan satu pintu. “Di Jakarta OKE OCE menurunkan 20 ribu pengangguran, ke depan, di Rumah Siap Kerja, peluang sama bisa diciptakan,” katanya.

Sosial Budaya


Perihal kebijakan kebudayaan dinilai masih terpinggirkan. Buktinya pembangunan fisik material jauh lebih diutamakan, tapi infrastruktur kebudayaan minim. Apa kebijakan untuk mengatasi hal tersebut? Sandiaga Uno menyebut Indonesia memiliki kebudayaan tinggi.

Pihaknya tidak melihat semua dari anggaran atau infrastruktur, tapi juga kemitraan yang dijalin. Pasti ada dunia usaha, akademisi, dan lembaga masyarakat yang peduli. Kurikulum yang mengedepankan kebudayaan akan diutamakan. Kebudayan bisa menciptakan lapangan kerja lewat ekonomi kreatif.

Budaya tercermin dalam potensi pariwisata. Hubungan ini mesti dipakai untuk membangun kebudayaan. “Jika dilihat secara holistik, kebudayaan bukan hanya dilestarikan, tapi juga bisa menciptakan peluang ekonomi,” katanya. Sedang Ma’ruf Amin membalas, akan menyempurnakan pelaksanaan strategi kemajuan kebudayaan yang sudah digagas Jokowi.

Akan dilakukan konservasi budaya, dan globalisasi budaya Indonesia ke dunia luar supaya lebih terkenal dan berkembang. “Selain anggaran, kami akan menyiapkan dana abadi kebudayaan, supaya makin berkembang,” sebutnya.

Wacana pengembangan budaya dalam perekonomian menurutnya sudah dilakukan. Buktinya, ada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). “Kita akan adakan festival kebudayaan di berbagai dunia. Insyaallah kami akan membangun opera seperti di Sydney untuk eksebisi kebudayaan kita,” ujarnya. Sandi kembali menguatkan argumennya.

Membangun kebudayan bukan cuma pada anggaran dan infrastruktur, tapi pelibatan semua elemen yang bisa mendukung. “Jangan semua jadi beban pemerintah, saya yakin banyak yang ingin membantu, dari usaha, lembaga swadaya masyarakat dan lainnya.

Pemerintahan sekarang fokus di infrastruktur, di bawah Prabowo-Sandi peningkatan sumber daya manusia dan kebudayaan akan diseimbangkan,” sebutnya. Ma’ruf menimpalinya dengan penguatan mental.

Membangun jati diri bangsa, seperti toleransi dan gotong-royong akan dijembatani pengembangan kebudayaan jadi nilai kehidupan. Baik personal maupun kolektif kebangsaan. Berdaulat dalam politik, mandiri dalam perekonomian dan berbudaya dalam kebudayaan. “Semua akan kita angkat dari kearifan lokal dan jadi konservasi budaya bukan hanya nasional, tapi juga global,” tutupnya. (ia/nak/bls)

Belum Mendetail 

KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih mengatakan, masih banyak permasalahan kesehatan di Indonesia yang belum disentuh oleh calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, dalam debat putaran ketiga. "Iya masih banyak yang belum tersentuh," ujar Daeng, Minggu (17/3) malam.

Adapun masalah yang belum tersentuh antara lain, tingginya angka kesakitan baik penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, kanker dan penyakit menular, seperti tuberculosis yang menempati posisi tertinggi ke-2 di dunia, HIV AIDS yang menempati posisi tertinggi ke-3 di dunia. Kemudian, masalah penyakit gangguan mental seperti stres, narkoba, kecanduan pornografi.

Selanjutnya, masalah distribusi pelayanan kesehatan dan distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata, sehingga akses ke pelayanan kesehatan tidak merata. Selain itu, dia mengatakan para cawapres juga belum menyentuh secara komprehensif, terkait penanganan masalah mahalnya harga obat dan alat kesehatan.

Pelayanan kesehatan dalam negeri harus semakin ditingkatkan, salah satunya dengan mendorong agar harga obat dan kesehatan tidak terlalu mahal, untuk dapat dinikmati masyarakat luas. "Devisa melayang karena biaya untuk berobat ke luar negeri bisa mencapai Rp100 triliun per tahun," tuturnya. (ant/bls)