KPK: Bekas Koruptor Jangan Dipilih di Pemilu

Nasional

Editor elgiants Dibaca : 56

KPK: Bekas Koruptor Jangan Dipilih di Pemilu
ilustrasi
JAKARTA, SP - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, menyatakan pihaknya berkeinginan Pemilu 2019 digelar dengan jujur. Dia mengimbau masyarakat tidak memilih calon pemimpin koruptor di Pemilu.

"KPK berkeinginan Pemilu diselenggarakan dengan jujur. Oleh karena itu sejak awal, kami dengan KPU sangat concern menjaga pelaksanaan Pemilu yang berintegritas," ujar Saut, Minggu (7/4). 

Dia kemudian menjelaskan kriteria calon pemimpin yang jujur. Menurut Saut, calon pemimpin jujur adalah orang yang berintegritas dengan rekam jejak yang baik. Termasuk di dalamnya tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi. 

"Negeri ini memerlukan orang yg bisa berjuang, sehingga bisa menciptakan daya saing ketertiban dan seterusnya.

Bagaimana caranya? anda lihat track record-nya, kalau dia bekas koruptor jangan dipilih. KPK tegas disitu, KPU pun tegas disitu," tegasnya. 

Selain memilih calon pempin yang jujur, Saut pun mengimbau masyarakat jujur dalam memilih. Masyarakat diminta tidak tergiur dengan imbalan barang, uang, janji politik dan sebagainya. 

"Memilih yang jujur itu indikatornya anda pertama tidak dibayar, calon yang anda pilih jelas siapa, tidak berbohong, tidak memilih koruptor, tidak janji doang, itulah pemilih yg berintegritas jujur," jelas Saut. 

Saut menambahkan, memilih calon pemimpin yang jujur akan menentukan arah kebijakan ke depan. Menurutnya, pemimpin jujur dan berintegritas akan membantu memperbaiki kualitas masyarakat. 

"Supaya kita memilik daya saing. Bagaimana anda bisa mengatakan negeri ini memilimi daya saing kalau yang anda pilih itu bohong semua, tidak jujur," tambah Saut. 

Sementara itu, KPK dan KPU sama-sama berkomitmen mewujudkan pemilu yang jujur dan berintegritas. Mereka akan bersama-sama mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). 

"Kita beberapa hari ke depan bertemu juga di KPK untuk mengumumkan LHKPN dari para calon dan seterusnya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Dia mengatakan para pemilih perlu mendapatkan calon yang tepat lewat Pemilu 2019 yang pemungutan suaranya digelar pada 17 April nanti. Pemilih dapat menentukan calon yang terbaik lewat penelusuran rekam jejaknya, apakah calon yang bersangkutan punya catatan kasus korupsi atau tidak, serta merupakan sosok yang jujur dan bertanggung jawab atau tidak.

Ketua KPU Arief Budiman menyatakan pengumuman caleg-caleg yang sudah melaporkan kekayaannya pada Senin (15/4) besok. Itu adalah agenda terdekat KPU dengan KPK sejauh ini.

"Besok kalau tidak ada halangan akan diumumkan oleh KPK caleg-caleg yang sudah melaporkan LHKPN. Begitu juga KPU akan mengumumkan kepada publik penyelenggara Pemilu yang sudah melaporkan LHKPN-nya," kata Arief. (rep/bob)