Kamis, 19 September 2019


Demokrat Diisukan Pindah Koalisi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 71
Demokrat Diisukan Pindah Koalisi

SANTAI - Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/5).

JAKARTA, SP - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Kamis (2/5) sore. Banyak spekulasi terkait pertemuan tersebut, salah satunya kemungkinan Partai Demokrat bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pertemuan tersebut merupakan upaya merangkul Demokrat masuk dalam koalisi.
"Ya sepertinya yang terlihat seperti itu (upaya merangkul Demokrat masuk koalisi Jokowi-Ma'ruf)," kata Moeldoko yang juga menjabat Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.

Hasil penghitungan sementara perolehan suara Pilpres 2019 yang diunggah KPU RI melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) pada Kamis, pukul 18.15 WIB, menunjukkan Jokowi-Ma'ruf menggungguli Prabowo-Sandi.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf memeroleh 55,91 persen atau 53.445.131 suara sementara Prabowo-Sandi memeroleh 44,09 persen atau 42.141.602 suara. Penghitungan suara yang dilakukan KPU telah mencakup 62,39 persen TPS, atau sebanyak 507.484 dari total 813.350 TPS yang ada di dalam dan luar negeri.

Bisa saja pertemuan Jokowi dengan AHY yang berlangsung empat mata membahas konsolidasi pemerintahan usai Pemilu 2019. Pemerintahan yang efektif terbangun dengan banyaknya kekuatan dalam koalisi. 

"Bisa saja yang tadinya berada di sana, sekarang berada di sini, itu sangat dinamis," ujarnya.

Mantan panglima TNI itu menyebut pemerintah akan menyambut baik bila ada partai lain yang masuk koalisi Jokowi-Ma'ruf. Sebelumnya, santer kabar PAN akan masuk dalam koalisi usai Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu.

"Tapi ada pertimbangan yang lain. Bagaimana dengan grup yang sudah berjuang sebelumnya. Pasti ada resistensi ada pertimbangan lain dan seterusnya," tuturnya.

Usai pertemuan tersebut, putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu tak mengatakan apa pun terkait rencana pindah koalisi. Dia hanya menyebut perbincangannya membahas masa depan Indonesia.

"Yang jelas semangatnya kita ingin melihat Indonesia ke depan semakin baik dan kita juga harus terus bisa menyumbangkan pikiran dan gagasan. Ini bagian dari semangat demokrasi dan keinginan mewujudkan Indonesia yang semakin baik," kata AHY.

Pemerintah dan partai politik harus tetap bertukar pikiran dan saling memberi masukan positif. Masukan yang diberikan tidak hanya mengenai politik praktis, tetapi juga politik yang membangun bangsa.

"Tidak harus selalu berbicara tentang komunikasi politik secara pragmatis, tetapi juga ada hal-hal besar lain dan kita juga harus bisa membangun semangat untuk mewujudkan indonesia semakin baik ke depan," katanya. 

Terpisah, Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan menyatakan bahwa partainya masih tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur bersama Gerindra, PKS, PAN, dan Berkarya. Komitmen dalam koalisi Prabowo-Sandi baru akan usai setelah KPU menetapkan hasil Pemilu 2019 secara resmi pada 22 Mei mendatang. 

Hinca menampik isu Demokrat akan berpindah koalisi dalam waktu dekat. Meski begitu, kans tetap terbuka untuk pindah koalisi setelah KPU selesai melakukan penghitungan secara resmi. 

"Kecuali nanti sudah selesai ya kita bicarakan lagi. Tetapi per hari ini semuanya masih berjalan, 02 masih solid," tuturnya. (ant/cnn/bls)