Cacar Monyet Belum Masuk Indonesia

Nasional

Editor elgiants Dibaca : 67

Cacar Monyet Belum Masuk Indonesia
PINDAI - Seorang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan mengoperasikan alat pemindai panas tubuh di terminal kedatangan internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (14/5).
JAKARTA, SP - Kementerian Kesehatan memastikan penularan penyakit human monkeypox alias cacar monyet belum sampai ke Indonesia, kendati kasusnya telah terdeteksi di Singapura.

Menurut data Kantor Imigrasi Batam, pada tahun lalu ada 3,3 juta orang masuk ke pulau tersebut melalui lima pelabuhan internasional. Sekitar 1,7 juta adalah warga negara asing, yang sebagian besarnya adalah warga Singapura.

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengatakan saat ini pihaknya tengah memperketat pengawasan masuknya orang dari pintu-pintu perbatasan baik dari udara maupun laut.

“Kami sudah siagakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam sebagai salah satu pintu masuk utama dari Singapura. Begitu juga dengan Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang),” ujar Nila di Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa (14/5).

Pada lokasi-lokasi tersebut, telah disiapkan alat pendeteksi suhu tubuh khusus yang mampu memberikan sinyal jika seseorang dalam kondisi yang perlu diwaspadai. Sebab, gejala penderita cacar monyet tak jauh berbeda dengan penyakit cacar yang lazim selama ini, seperti ruam-ruam dan demam.

“Bentuknya screening demam, ukur temperatur. Seperti CCTV gitu. Jadi kalau Anda demam dan lewat situ, di layar gambarnya jadi merah-merah gitu ya,” kata Nila.

Tak semua pelabuhan dan bandara memiliki alat pendeteksi tersebut. “Sebenarnya kita cukup khawatir karena pintu masuknya banyak,” tuturnya.

Kendati demikian, dipastikan pihaknya telah mempersiapkan rumah sakit khusus untuk perawatan jikalau penyakit itu pada akhirnya berhasil masuk ke Indonesia. Dua tempat perawatan itu adalah RSUD Embung Fatimah dan RS Otorita Batam (BIFZA). Menkes juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan pola hidup lantaran penyakit ini bisa menular apalagi jika daya tubuh sedang menurun.

“Jaga kebersihan. Sederhana loh ini. Puasa boleh tapi cukup makannya, jangan lupa vitamin. Kita negara kaya tapi gak mau makan sayur, gimana coba? Makan ikan juga, kalau gak nanti ditenggelamin Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan),” sebut Nila.

Satu hal yang perlu masyarakat ketahui, vaksin untuk penyakit ini belum ditemukan. Sebaliknya, karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka yang perlu dikhawatirkan adalah penyebaran bisa begitu mudah dan cepat. Maka langkah terbaik adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Vaksin ini spesifik untuk satu penyakit. Jadi kita harus menemukan vaksin cacar monyet. Bukan vaksin yang lain. Sampai sekarang seperti ebola atau penyakit lain juga belum ditemukan vaksinnya,” tukasnya.

Cacar monyet merupakan penyakit genetik yang penularannya berasal dari hewan ke manusia. Dalam perkembangannya, Kementerian Kesehatan menemukan bahwa dari 10 penyakit genetik yang ada di dunia saat ini, enam di antaranya ditularkan dari binatang. (btg/bls)