Minggu, 22 September 2019


Kala Diplomat yang Biasa Necis Jadi Bersarung

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1001
Kala Diplomat yang Biasa Necis Jadi Bersarung

BERSARUNG – Sejumlah diplomat Indonesia yang bersarung berbincang dengan diplomat asing dalam Kampung Ramadan di Ruang Nusantara Kompleks Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (14/5). Ist

Biasa necis dengan setelan jas berwarna monokrom, diplomat Kemlu tampil beda di Kampung Ramadan Kemlu 2019 dengan setelan sarung dan koko. Kampung Ramadan merupakan tema yang diangkat oleh Menlu Retno dalam acara buka bersama Kemlu dengan negara-negara sahabat kali ini.

Salah satunya terlihat Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Jose Tavarez yang sedang asik menyantap hidangan berbuka dalam balutan baju koko putih dengan bawahan sarung lengkap dengan peci yang menutupi kepalanya. 

Tak hanya Jose, salah satu diplomat Indonesia yang juga mengenakan baju koko putih dan peci pun tampak menikmati obrolannya dengan seorang diplomat asing perempuan yang mengenakan atasan putih dengan scarf menempel di bahunya. Diplomat-diplomat lain asik bercengkrama dan mengantre untuk mengambil santapan berbuka yang dihidangkan.

"Jadi, diplomat kan biasanya pakai jas, necis gitu. Sekarang kita pakai sarung," kata Menlu Retno saat ditanya mengenai konsep iftar kali ini di Ruang Nusantara Kompleks Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Para pejabat Kemlu, mulai dari Direktur Jenderal sampai dengan staf-stafnya terlihat mengenakan baju koko berwarna putih dengan bawahan sarung beraneka warna khas Indonesia. Melihat diplomat Indonesia berpenampilan tak biasa dengan sarung, diplomat dan duta-duta besar dari negara tetangga bertanya-tanya.

"Mereka pada seneng, mereka pada nanya, 'Oh kok diplomat-diplomat itu pake ini, sarung?" Retno menceritakan respons dubes negara-negara sahabat.

Retno juga menjelaskan bahwa mengenakan sarung merupakan budaya masyarakat di kampung-kampung saat berangkat ke masjid untuk beribadah menunaikan salat.

"Ya, ini kalau kita di kampung-kampung kalau ke masjid dan sebagainya kita pakai kayak gini," lanjutnya.

Retno juga memaparkan bahwa ini merupakan bagian dari budaya Indonesia yang beragam dan mencerminkan daya tarik Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia.

"Ceritanya begitu. Makanya para diplomat juga pada pakai sarung, itu baju muslim Indonesia. Seperti itulah. Pokoknya ini, ini flavor of Indonesia," tambah Retno. (det/bls)