Senin, 23 September 2019


Wanita Perekam Video Penggal Presiden Ditangkap

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 112
Wanita Perekam Video Penggal Presiden Ditangkap

TIBA - IY alias Ina Yuniarti (tengah), pelaku yang merekam berisi ancaman terhadap Presiden Joko Widodo, tiba di Polda Metro Jaya, Rabu (15/5).

JAKARTA, SP - Penyidik Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menangkap perekam video berisi ancaman penggal kepala Presiden Jokowi di Grand Residence City, Cluster Prapanca 2, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/5) siang. Pelaku diketahui bernama Ina Yuniarti alias IY.

Wanita tersebut mengakui perbuatannya. Selain merekam, dia juga telah menyebarkan video ancaman terhadap Jokowi itu melalui aplikasi pesan instan hingga akhirnya viral.

"Pada saat ditangkap pelaku mengakui bahwa perempuan dalam video tersebut benar adalah dirinya dan dia menyebarkan video tersebut via grup WhatsApp," ujar Kanit II Polda Metro Jaya, Kompol Hendro.

Dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain 1 buah kartu identitas diri, 1 buah telepon seluler jenis Iphone 5S, 1 buah masker hitam, 1 buah kacamata hitam, 1 buah cincin, 1 buah kerudung biru tua, 1 buah baju putih dan 1 buah tas warna kuning.

IY telah digiring ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait perekaman video viral ancam Jokowi. Dalam kasus ini, pelaku dijerat Pasal 104 KUHP, Pasal 110 Jo Pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 Jo Pasal 45 ayat 1 UU RI No 29 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Pelaku terbukti melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial," kata Hendro memungkasi.

Ketua RT 02 RW 14 Grand Residence City, tempat tinggal Ina, Nurdin bercerita yang bersangkutan adalah seorang single parent dan bekerja sebagai sales promotion girl (SPG). Selama Pemilu 2019, Ina menjadi relawan salah satu pasangan calon dan sering sibuk dengan kegiatan kampanye.

"(Ina) relawan 02, tapi aktif sih nggak, karena Pilpres saja," kata Nurdin.

Nurdin juga mengetahui Ina mengikuti demo di depan Bawaslu pada Jumat (10/5) lalu. Dia ikut demo atas dasar simpatinya terhadap paslon.

"Alasannya sih (ikut demo) karena tim sukses dari relawan 02 karena relawan 02 sih," sebutnya.

Selama Pemilu 2019, Ina sering ke luar rumah. Ina terkadang pulang hingga larut malam karena kegiatannya sebagai relawan.

"Berangkat pagi pulang malam, pas Pemilu ini udah sering jarang di rumah. Udah susah nemuinnya. Kadang pagi jam 06.00-07.00 udah cabut, balik kira-kira tengah malam. Dari seminggu sebelum Pilpres juga begitu udah sibuk," tuturnya.

Meski begitu, Ina tidak pernah berbuat masalah. Ina juga tidak ada masalah dengan tetangga lain yang berbeda pilihan politik.

"Kalau di sini sih nggak pernah nyudut-nyudutin, saya sebagai ketua RT saya warning jangan ngomogin politik. Ini grup RT ada masing-masing ranahnya sendiri," tuturnya. (det/bls)