Jumat, 13 Desember 2019


Jokowi Presiden Lagi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 162
Jokowi Presiden Lagi

Ilustrasi

JAKARTA, SP - Capres petahana Pilpres 2019 Joko Widodo alias Jokowi berterima kasih pada rakyat Indonesia yang telah memilihnya kembali menjadi presiden. Kepastian itu didapat dari rekapitulasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang selesai, Selasa (21/5) dini hari. Hasil menyebutkan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 85.036.828 suara sah atau 55,41 persen. Sementara, paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara atau 44,59 persen.

"Saya dan Kyai Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua," kata Jokowi saat menyampaikan pidato kemenangan berdasarkan rekapitulasi nasional KPU di Kampung Deret, Jakarta, Selasa siang. 

Dalam pidato itu, Jokowi didampingi oleh wakilnya, Ma'ruf Amin.

"Setelah dilantik Oktober, kami adalah presiden dan wakil presiden seluruh rakyat Indonesia, kami adalah pemimpin dan pengayom 100 persen rakyat Indonesia. Kami akan berjuang mewujudkan keadilan sosial bagi 100 persen rakyat Indonesia," cetusnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga berjanji merealisasikan program yang merakyat. Dia turut menyampaikan penghargaannya kepada penyelenggara Pemilu 2019, aparat TNI-Polri, dan para saksi.

"Kemampuan kita untuk melaksanakan Pemilu jurdil Pemilu penuh perdamaian kegembiraan. Pemilu demi Pemilu kita lalui penuh kedewasaan," ucapnya.

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) juga menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Jokowi. Dalam pertemuannya dengan Jokowi pada Selasa malam, dia menegaskan partainya akan terus mendukung pemerintahan Jokowi.

"Pokoknya kita sekarang mendoakan agar semua berjalan dengan aman, sentosa, adil, makmur kepada rakyat kita semua," jelas OSO.

OSO juga berharap agar seluruh masyarakat dapat tenang dan menahan diri dengan hasil yang dikeluarkan oleh KPU. Dia meminta masyarakat yang tidak menerima hasil keputusan KPU dapat mengajukan gugatan melalui Mahkamah Konstitusi sesuai hukum yang berlaku.

"Tidak perlu ada macam-macam. Ya nggak perlu ada demo-demo ribut-ribut. Kan ada penyaluran hukumnya," katanya.
Di tempat berbeda dengan waktu yang hampir bersamaan, pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil penghitungan rekapitulasi tersebut. Pasangan ini memutuskan untuk menempuh upaya hukum sesuai konstitusi hasil tersebut karena menganggap dipenuhi kecurangan.

"Kami tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," kata Prabowo Subianto dalam jumpa pers di kediamannya, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Pernyataan Prabowo ini disampaikan usai pihaknya menggelar rapat internal.

KPU sendiri menetapkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjadi pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Penetapan dilakukan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Nasional Pemilu 2019 dipimpin Ketua KPU Arief Budiman, di kantor KPU di Jakarta, sekitar Pukul 01.46 WIB, Selasa (21/5).

Rekapitulasi meliputi 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri. Hasil rekapitulasi dituangkan dalam Keputusan KPU RI Nomor 987/PL.01.8-KPT/06/KPU/V/2019 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Secara Nasional dalam Pemilihan Umum Tahun 2019.

"Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan," ucap Arief.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf meraih 85.607.362 suara sah atau 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 yang mencapai 154.257.601 suara. Sedangkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 68.650.239 suara sah atau 44,50 persen dari total suara sah.

KPU mencatat terdapat 199.987.870 pemilih dalam Pilpres 2019. Mereka yang menggunakan hak pilihnya tercatat 158.012.506 orang atau 81,79 persen. Jokowi-Ma'ruf berhasil menang di 21 provinsi sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno meraih suara terbanyak di 13 provinsi lainnya.

Penetapan dan pengumuman hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat nasional Pemilu 2019 semula dijadwalkan Rabu (22/5). Namun ternyata selesai dilaksanakan Selasa (21/5) dini hari. Percepatan ini dilakukan lantaran KPU telah menyelesaikan seluruh rekapitulasi suara, meliputi 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri. 

"Kalau memang sudah selesai masa kita tunda besok? Kan sudah selesai," ujar Arief Budiman.

KPU memberikan batas waktu tiga kali 24 jam pascapenetapan bagi peserta Pemilu 2019 untuk mengajukan sengketa hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Jika tak ada pengajuan sengketa, KPU secara resmi bakal menetapkan Jokowi-Amin sebagai pemenang Pemilu 2019 pada 24 Mei.

"Pengaduan sengketa (ke MK) itu kan 3x24 jam. Jadi hitungnya 21, 22, 23, 24 Mei. Jadi KPU akan minta konfirmasi ke MK apakah ada pihak yang melakukan gugatan. Kalau tidak ada, segera kita tetapkan setelah dapat confirm dari MK," ungkap komisioner KPU Hasyim Asy'ari. (ant/bbc/cnn/det/bls)