Lima Terduga Teroris Tujuan Jakarta Ditangkap

Nasional

Editor elgiants Dibaca : 46

Lima Terduga Teroris Tujuan Jakarta Ditangkap
BERJAGA - Pasukan Brimob berjaga saat melakukan pengamanan aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5).
GARUT, SP - Densus 88 Antiteror Polri menangkap lima pria terduga teroris di Jalan Raya Malangbong, Garut, Jawa Barat, Selasa (21/5). Polri menyebut kelima terduga teroris itu hendak ke Jakarta.

"Diamankan lima orang diduga teroris yang akan menuju ke Jakarta dari Tasikmalaya. Hasil pengembangan informasi dari Satgaswil Densus 88 Polda Jabar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Kelima terduga teroris ditangkap oleh satuan gabungan (satgab) Polres Garut, Kodim 0611, dan Brimob Polda Jabar. Kelimanya ditangkap pukul 16.00 WIB.

"Pada saat ditangkap, kelima terduga teroris tersebut tidak melakukan perlawanan yang berarti," ujar Dedi.

Dedi menjelaskan penangkapan kelimanya bermula dari kegiatan penyelatan jalur Limbangan. Polisi mendapat informasi adanya kelompok teroris yang berangkat ke Jakarta menggunakan mobil warna hitam dengan pelat nomor Z 1682 WY.

"Namun pada saat mengetahui adanya giat razia, akhirnya mereka balik arah. Kemudian aparat yang sudah mendeteksi keberadaannya kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap para pelaku diduga teroris tersebut," terangnya.

Setelah ditangkap, kelima terduga teroris dibawa ke Mapolres Garut untuk diperiksa lebih lanjut. Dedi menuturkan identitas kelima terduga teroris adalah S, Y, AH, B dan J. Dedi menyebut kelima terduga pelaku merupakan jaringan teroris Jabar.

Terpisah, Polri memastikan personel yang diturunkan mengamankan Aksi 22 Mei, tak dibekali peluru tajam. Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal menyebut 40 ribu personel polisi dibantu TNI akan diterjunkan mengamankan aksi.

"Diinstruksi secara jelas oleh Kapolri dan Panglima (pasukan) tidak dibekali peluru tajam. Jadi kalau besok ada penembakan peluru tajam, dipastikan itu bukan TNI/ Polri. Itu penumpang gelap," katanya.

Kendati demikian, Iqbal memastikan semua penjuru Nusantara relatif aman. Dia mengimbau para pengunjuk rasa agar menyampaikan pendapatnya di muka umum dengan tetap mematuhi norma-norma yang berlaku.

"Kalau ada yang mencoba melakukan tindakan di luar hukum, kami akan proses hukum dari lunak sampai keras," ujar Iqbal menegaskan.

Komentar Iqbal merespons hasil hasil analisis pihaknya terhadap rencana unjuk rasa besok. Massa yang hadir, tidak semua merupakan kelompok yang murni menggelar aksi unjuk rasa damai.

"Tapi ada indikasi demo ini akan melakukan pelanggaran hukum," kata dia.

Contohnya, personel Polda Jawa Timur yang sudah melakukan upaya paksa penangkapan kepada beberapa orang membawa bom molotov. 

"Berbagai kelompok hasil intelijen kami ada yang mau membawa bambu runcing. Sengaja diruncingkan," ujarnya. (ant/det/bls)

Komentar