Bupati Cirebon Nonaktif Divonis Lima Tahun Bui

Nasional

Editor elgiants Dibaca : 124

Bupati Cirebon Nonaktif Divonis Lima Tahun Bui
MENANGIS - Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di Pemkab Cirebon, Sunjaya Purwadisastra menangis saat menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/5).
BANDUNG, SP - Bupati Cirebon nonaktif, Sunjaya Purwadisastra menangis saat majelis hakim membacakan amar putusan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (22/5). Majelis hakim memvonisnya lima tahun bui atas kasus jual-beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Cirebon.

"Menjatuhkan pidana selama lima tahun dan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti hukuman 6 bulan penjara," kata hakim saat membacakan amar putusan. 

Sunjaya terbukti bersalah sesuai dakwaan pertama Pasal 12 huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. 

"Menyatakan terdakwa Sunjaya Purwadisastra terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan pertama," ucap hakim.

Putusan hakim ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya, jaksa KPK menuntut Sunjaya dengan hukuman tujuh tahun penjara. 

Setelah hakim membacakan amar putusan, Sunjaya tampak melepaskan kacamatanya. Lengannya lantas terlihat membasuh kedua mata kiri dan kananya. Suara isakan tangis Sunjaya pun terdengar di ruang persidangan. 

Dengan suara terisak, Sunjaya langsung menanggapi putusan hakim tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan pengacaranya. Sunjaya mengaku menerima apa yang diputuskan hakim. 

"Saya menerima," ucap Sunjaya. 

Sementara itu jaksa KPK pun langsung menanggapi putusan hakim. Jaksa mengambil sikap pikir-pikir atas putusan itu. 
"Pikir-pikir yang mulia," ucap jaksa KPK. 

Sunjaya diadili atas kasus jual-beli jabatan di Pemkab Cirebon. Kasus bermula saat tim KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sunjaya. Kala itu, dia menerima duit Rp 100 juta usai melantik Gatot Rachmanto sebagai Sekretaris Dinas PUPR Cirebon. (det/bls)