Senin, 23 September 2019


Ambulans Gerindra Diduga Bawa Batu

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 131
Ambulans Gerindra Diduga Bawa Batu

BAWA - Petugas membawa tersangka pelaku kericuhan dalam aksi 22 Mei dalam rilis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5). Selain menangkap sejumlah tersangka, Polisi juga mengamankan satu buah ambulan yang diduga disalahgunakan untuk membawa batu.

JAKARTA, SP – Sebuah mobil ambulans berlogo Partai Gerindra diamankan saat aksi 22 Mei di Jakarta. Saat tengah terjadi aksi kerusuhan di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, pada Rabu (22/5) dini hari, ada saksi yang melihat batu-batu digunakan perusuh diambil dari mobil ambulans tersebut.

"Kemudian tim menyisir menemukan mobil itu dibawa ke Mapolda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Kamis (23/5).

Ambulans ini dibawa dari DPC Gerindra Tasikmalaya sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa (21/5). 

"Jadi ambulans tersebut tidak mempunyai kualifikasi sebagai petugas medis. Kedua, di mobil tersebut tidak ada perlengkapan medis atau obat-obatan minimal P3K, itu tidak ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Kamis (23/5). 

Ambulans itu membawa tiga orang. Mereka adalah sopir berinisial Y, Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya berinisial I, dan Wakil Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya berinisial O. 

"Intinya bahwa ada perintah ketua DPC, bertiga berangkat ke Jakarta," imbuhnya.

Saat ambulans berada di HOS Cokroaminoto, Jakpus, dua orang berinisial HS dan SGC ikut naik ke ambulans. Dua orang ini disebut Argo berasal dari Riau. 

"Dari hasil pemeriksaan dari yang bersangkutan, tersangka ini katanya tidak tahu ada batu di dalam mobil, penumpangnya tiga, dan dua orang (yang dijemput di Cokroaminoto)," papar Argo.

Mendalami ini, Polda Metro Jaya akan memanggil Komisaris PT Arsari Pratama. Berdasarkan registrasi kendaraan, ambulans dengan nomor polisi B 9686 BCF merupakan milik PT Arsari Pratama yang beralamat di Jakarta Pusat.

"Dan mobil ini berplat B 9686 PCF, pelat B atas nama tertera PT Arsari Pratama yang beralamat di Jakarta Pusat," ujarnya.

PT Arsari Pratama akan dimintai keterangannya terkait ambulans tersebut. Namun, polisi belum dapat memastikan kapan pemanggilan akan dilakukan. Penyidik memiliki tenggang waktu tiga hari untuk memanggil saksi-saksi itu.

"Nanti tentunya ada PT akan kita panggil sebagai saksi. Nanti kalau sudah kita panggil ya, bisa diketahui keterangannya," tutur Argo.

Dua orang tersebut mengaku mendapatkan tugas dari Ketua DPC Tasikmalaya untuk membawa ambulans sebagai bantuan medis jika aksi memakan korban dalam aksi 22 Mei di depan Bawaslu RI, Jakarta Pusat. Sementara Ketua DPC mendapatkan tugas dari pengurus partai pusat di Jakarta. 

Terdapat surat tugas untuk membawa ambulans yang dibawa kedua orang tersebut selaku orang partai. 
"Ada surat tugasnya," tutur dia.

Atas perbuatannya, lima orang tersebut dijerat Pasal 55 KUHP, Pasal 56 Juncto Pasal 170 KUHP, Pasal 212 KUHP, dan 214 KUHP. 

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono membenarkan mobil ambulans berlogo Gerindra itu merupakan milik perusahaan yang salah satu petingginya adalah putra Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, Aryo Djojohadikusumo. 

Perusahaan tersebut ialah PT Arsari Pratama. Aryo menjabat sebagai komisaris utama di perusahaan tersebut. Namun, dia tidak mengetahui apakah Hashim merupakan pemilik atau memiliki jabatan di PT Arsari Pratama.

"Anaknya [Aryo] kalau tidak salah sebagai komisaris utama. [Hashim] saya tidak tahu," kata Arief.

Dia menerangkan mobil ambulans tersebut merupakan hasil sumbangan dari PT Arsari Pratama kepada sebuah organisasi Kesehatan Indonesia Raya (Kesira). (ant/cnn/bls)