Pesan Terakhir Sang Ustaz untuk Indonesia

Nasional

Editor elgiants Dibaca : 62

Pesan Terakhir Sang Ustaz untuk Indonesia
SALAT - Jamaah melaksanakan salat jenazah ustad KH. Muhammad Arifin Ilham di Masjid Az-Zikra, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/5).
Suara takbir dan tangis menggema saat jenazah Ustaz Arifin Ilham hendak disalatkan di Masjid Az Zikra Sentul, Bogor, Kamis (23/5). Dia meninggal di Penang, Malaysia, Rabu sebelumnya. Jenazahnya dimakamkan di Ponpes Az Zikra, Gunung Sindur. 

Melepas kepergian sang ustaz, jemaah pun bersalawat serta mengumandangkan takbir saat jenazah dimasukkan ke ambulans. Tak sedikit jemaah dan ibu-ibu yang menangis saat melihat jenazah Ustaz Arifin Ilham di dalam ambulans.

"Allahuakbar... allahuakbar... allahuakbar," teriak para jemaah sembari mengantarkan almarhum. Tak sedikit pula yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel.

Tampak anak pertamanya, Muhammad Alvin Faiz ikut mengantar Ustaz Arifin Ilham di dalam ambulans. Saat itu, Alvin terlihat sangat tabah.

Masjid Az Zikra Gunung Sindur menjadi tempat dikebumikannya Ustaz Arifin Ilham. Sang mendiang memang memiliki keinginan agar disalatkan di dua pondok pesantrennya.

Muhammad Alvin, datang bersama dengan adik dan ustaz Yusuf Mansur. Selain itu ada banyak sahabat yang turut menjemput ustaz Arifin Ilham di Bandara Halim Perdana Kusuma.

Bicara soal hubungan anak dan ayah, Alvin masih ingat pesan terakhir sang ulama. Alvin menceritakan, pada sore hari di tengah hiruk pikuk politik Indonesia yang memanas, ustaz Arifin Ilham memberikan pesan.

"Filosofi yang selalu ditekankan adalah hidup hanya sementara. Sore-sore saya masih ingat, di tengah hiruk pikuk politik Abi pesan jaga mulut, jaga persatuan," kenang Muhammad Alvin ditemui di Sasana Manggala Praja, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (23/5).

Alvin ingat betul sang ayah mengingatkan soal perbedaan di Indonesia. Arifin Ilham selalu menekankan pada anak-anaknya untuk bisa menjaga lisan.

"Jangan karena beda pendapat kita harus. Karena mulut itu mencerminkan apa yang ada di hati. Kuat lisannya dalam berzikir pasti yang kuat menjaganya," ungkapnya.

"Mohon maaf, ada bahasa kampret, cebong dalam mulut orang beriman nggak boleh kata Abi," tambah Alvin.

Alvin mengatakan sang ayah sangat ingin masyarakat Indonesia bersatu. Tidak ada yang terpecah belah meski beda pendapat.
"Pesan Abi ayo bersatu, lebih baik fokuskan untuk yang lain. Ini bulan puasa lebih baik banyak ibadah," tutup Alvin.

Kharismatik ustaz Arifin Ilham pun selalu membuat takjub para sahabat. Salah satunya, bagaimana sang ustaz membimbing dan bersikap kepada tiga istrinya.

Salah satu sahabatnya, Sunandar, mengatakan sang ulama memang sudah siap menghadapi kematiannya. 

"Beliau sudah siap dengan kematiannya. Beliau sudah menyiapkan wasiatnya, mohon disalatkan di masjid Az Zikra Sentul, keduanya di Masjid Az Zikra, Gunung Sindur. Subhanallah luar biasa," kata Sunandar di hadapan jamaah salat zuhur di Masjid Baitussalam Al Mathaar, Halim Perdana Kusuma.

Perilaku sang ustaz pun membuat kagum semua sahabatnya. Termasuk cara Ustaz Arifin Ilham membimbing ketiga istrinya, Yuni Djamaluddin, Rania, dan Ummi Akhtar. Sang sahabat melihat bagaimana ketiga perempuan itu sangat menghormati ustaz Arifin Ilham. Setiap kali sang ustaz pulang dari luar kota, ketiganya akan senantiasa menyambut.

"Setiap beliau dari luar kota, beliau kembali istrinya-istrinya menyambut beliau. Ketiga istrinya setor hafalan (Alquran) semuanya. Subhanallah," ungkapnya.

Meski melakukan poligami, ustaz Arifin Ilham selalu menunjukkan keharmonisan bersama tiga istrinya. Bahkan selama sang ustaz sakit, ketiga istrinya saling membantu dan bergantian untuk menjaga suami mereka di Penang, Malaysia. (ant/det/bls)