Senin, 09 Desember 2019


Berkarya Paling Banyak Ajukan Gugatan Pileg

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 80
Berkarya Paling Banyak Ajukan Gugatan Pileg

PUTUSAN - Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitus Anwar Usman pada sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6). Ist

JAKARTA, SP – Partai Berkarya jadi partai yang paling banyak mengajukan gugatan Pemilu Legislatif (Pileg) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka mengajukan 35 permohonan menyeluruh di hampir seluruh wilayah Indonesia. Total permohonan yang diterima sebanyak 340 kasus. 

Juru bicara MK, Fajar Laksono mengatakan MK akan segera menyidangkan 260 sengketa Pileg dari 340 yang telah diajukan. Jumlah itu terdiri dari 250 sengketa DPR/DPRD dan 10 sisanya sengketa DPD. 

"Dari 340, yang diregistrasi 260 perkara karena banyak permohonan satu parpol dalam satu provinsi diajukan lebih dari satu," ujarnya, Selasa (2/7). 

Perkara yang diajukan ganda itu, kemudian digabungkan menjadi satu. Jika dirinci, selain Berkarya, ada Partai Demokrat dengan 23 perkara, Partai Gerindra 21 perkara, PDIP 20 perkara, Partai Golkar 19 perkara, PKB 17 perkara, dan Partai Nasdem 16 perkara.

Selanjutnya ada PAN 16 perkara, Partai Hanura 14 perkara, PPP 13 perkara, PKS 13 perkara, PBB 12 perkara, Partai Perindo 11 perkara, Partai Garuda 9 perkara, PKPI 3 perkara, PSI 3 perkara. Lalu setiap partai lokal Aceh mengajukan masing-masing satu perkara.

Sementara 10 gugatan DPD di antaranya berasal dari Maluku Utara, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara. 
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah bersiap dengan memanggil KPU daerah ke Jakarta. Mereka menggelar rapat persiapan dari Senin (1/7) hingga Kamis (4/7).

"Di kita hari ini mengumpulkan KPU provinsi, seluruh KPU provinsi yang memiliki sengketa di Mahkamah Konstitusi. Baru selanjutnya kita mengundang KPU kabupaten/kota yang akan mempunyai sengketa di Mahkamah Konstitusi," kata Komisioner KPU, Evi Novida Ginting.

MK sebelumnya telah meregistrasi sengketa pileg mulai 1 Juli kemarin. Gugatan yang telah diregistrasi akan dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK). Sidang pemeriksaan pendahuluan sendiri akan dimulai selama rentang waktu 9 Juli hingga 12 Juli mendatang. 

Kemudian sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi dan bukti pada 15 Juli sampai 30 Juli 2019. 
Selanjutnya, hakim akan menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) pada 31 Juli sampai 5 Agustus 2019. Kemudian, hakim akan membacakan putusan sengketa pileg pada 6 sampai 9 Agustus 2019. (cnn/bls)