Kamis, 12 Desember 2019


Kita Harus Berubah!

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 155
Kita Harus Berubah!

Grafis

BOGOR, SP – Presiden dan Wakil Presiden terpilih Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin mengajak masyarakat Indonesia berubah menuju Indonesia yang maju, adil dan makmur. Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidato ‘Visi Indonesia’ dihadapan ribuan warga di Sentul International Convention Center (SICC) Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu malam (14/7).
Ajakan itu muncul atas dasar kesadaran lingkungan global yang sangat dinamis.

Jokowi mengatakan fenomena global kerap kali memunculkan kejutan yang jauh dari kalkulasi. Oleh sebab itu, harus dicari model dan nilai baru sebagai solusi masalah. Satu-satunya cara, adalah terbiasa berinovasi, meninggalkan pola pikir lama. 
“Kita harus berubah, kita harus berubah,” ajak Jokowi.

Perubahan pola pikir lama itu, tidak hanya di tingkat organisasi, namun juga pemerintahan. Segala yang tidak efektif dan efisien harus ditinggalkan. Manajemen yang cepat, efektif dan efisien dibutuhkan untuk menjadikan Indonesia berdaya saing dengan fleksibilitas tinggi menghadapi perubahan.

“Kita menyiapkan tahapan besar, infrastruktur terus berlanjut. Infrastruktur besar sudah dibangun, ke depan akan lebih cepat, dan menyambungkan semua infrastruktur satu sama lain. Juga tersambung dengan kawasan produksi rakyat, industri kecil, ekonomi khusus, pariswisata, persawahan, perkebunan, tambak perikanan,” katanya disambut sorak-sorai seisi ruangan.

Visi kedua, adalah memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Kebijakan ini diambil karena SDM adalah kunci Indonesia ke depan. Persiapannya dimulai dengan menjamin kesehatan para ibu hamil. Kebutuhan janin dalam kandungan harus terpenuhi, hingga mereka dewasa kelak. Tidak boleh ada stunting, dan kematian ibu dan anak.

Peningkatan pendidikan akan ditingkatkan. Salah satunya dengan penerapan vocational training dan vocational school. Atau pengembangan pendidikan dan pelatihan berbasis kejuruan.

“Kita bangun lembaga manajemen talenta Indonesia. Pemerintah akan memfasilitasi talenta Indonesia untuk berkembang, diaspora yang bertalenta harus dilibatkan. Akan ada lembaga khusus, kita kelola talenta hebat agar negara bisa bersaing global,” sebutnya.

Hal ketiga, adalah penekanan mengundang investasi seluasnya dalam rangka pembukaan lapangan pekerjaan. Oleh karenanya, perizinan yang menghambat, berbelit dan mengandung pungli, akan dibabat. 

“Apalagi ada pungli, hati-hati ke depan, saya pastikan akan saya kejar. Saya kontrol, saya cek, dan akan saya hajar kalau diperlukan,” tegasnya.

Selanjutnya, pentingnya reformasi birokrasi. Lembaga yang diinginkannya harus memiliki struktur sederhana, simpel dan lincah. 
“Tolong ini dicatat, karena kecepatan melayani, memberi izin, jadi kunci reformasi birokrasi kita. Akan saya cek sendiri, kontrol sendiri. Kalau tidak efisien dan efektif, saya pastikan akan saya pangkas dan copot pejabatnya,” katanya.

Dia pun menyinggung, untuk reformasi birokrasi itu, perlu menteri-menteri yang berani. Lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat, atau justru bermasalah, dipastikan akan dibubarkan.

“Tidak ada lagi pola pikir lama, kita juga tidak ingin ada lagi pola kerja yang linier, tidak ada lagi kerja yang hanya rutinitas, monoton. Tidak ada lagi kerja di zona nyaman, penyakit kita ada di situ,” terangnya.

Jokowi pun kembali menegaskan untuk membangunan nilai-nilai baru dalam bekerja. Sesuatu yang cepat beradaptasi dengan perubahan. 

Visi kelima, memastikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, harus memberi manfaat ekonomi dan untuk rakyat. Namun dia mengingatkan, mimpi-mimpi besar itu hanya akan terwujud jika seluruh rakyat bersatu, optimis dan percaya diri.

“Kita harus optimis dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bisa jadi negara terkuat di dunia. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama untuk memajuan itu. Pancasila adalah ideologi yang setiap warga negara harus jadi bagian darinya,” jelasnya.

Oposisi Mulia

Jokowi sempat menyinggung proses Pilpres lalu. Dia menyebut, dalam demokrasi mendukung mati-matian dan militansi terhadap satu kandidat, diperbolehkan. Jika pun jadi oposisi, juga sangat mulia. 

“Silakan jadi oposisi, asal jangan oposisi yang menimbulkan dendam, kebencian, apalagi disertai dengan hinaan dan cacian. Kita memiliki norma agama, etika dan tata krama ketimuran, budaya luhur, kita harus ingat ini,” katanya.

Dia mengingatkan kembali peran Pancasila sebagai rumah bersama. Semua bersaudara. 

“Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila,” katanya.
Jokowi meyakini, tak ada orang Indonesia yang mempermasalahkan Indonesia dan enggan ber-Bhineka Tungga Ika. Tidak ada pula, orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama, suku dan etnis lain. 

“Sekali lagi ideologi kita adalah Pancasila. Rukun itu indah, saya yakin kita semua berkomitmen meletakkan demokrasi beradab, yang akan membawa Indonesia jadi Indonesia maju, adil dan makmur,” tegasnya. 

Sebelum agenda penyampaian visi misi, di lokasi terpisah calon wakil presiden 02, Sandiaga Uno, kembali menegaskan sikapnya untuk menjadi oposisi setelah kalah dalam pemilihan presiden 2019. 

"Jadi oposisi enggak bisa dipecat. Menteri bisa dipecat. Jadi tidak perlu khawatir menyuarakan terbaik," kata Sandiaga dalam diskusi MPI Milenial di Jakarta, Minggu (14/7).

Sandiaga mengatakan, dalam demokrasi ada yang kalah dan menang. Kualitas demokrasi akan meningkat jika semua orang menyadari perannya bahwa yang terpilihlah yang diberikan kesempatan untuk memerintah. Sedangkan yang tidak terpilih konsisten untuk mengoreksi dan meningkatkan pengawasan kinerja pemerintah.

"Karena biasanya politik zaman old itu bagi-bagi kursi, betul? Kalau zaman sekarang, kita konsisten. Berani untuk berubah. Milenial tidak nyari kekuasaan, jabatan, kursi. Kita ikhlas untuk satu perubahan," kata dia.

Menurut Sandi, jika tidak ada yang menjadi oposisi, kebijakan pemerintah tidak bisa diawasi dan akan jadi ugal-ugalan. Sehingga, harus ada mitra di luar pemerintahan yang tidak peduli dengan jabatan.

Pada acara di Kemang Village, Sabtu kemarin, Sandiaga menyatakan tidak akan masuk ke pemerintahan periode 2019-2024. Menurut Sandiaga check and balance sangat penting dalam pemerintahan ke depan. Sandi mengaku sangat komit terhadap demokrasi. Oleh sebab itu, "(Saya) harus berani setia mengawal pembangunan ini sebagai oposisi," ujarnya.

Sandiaga percaya bahwa eks koalisi Prabowo-Sandi juga akan memiliki sikap yang sama dengan dirinya. Dia menilai tidak akan ada partai eks koalisi adil makmur yang membelot mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Bertemu Lagi

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menyebut kemungkinan ada pertemuan lanjutan antara presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto. Seperti diketahui keduanya telah bertemu untuk pertama kalinya sejak pengajuan sengketa Pilpres 2019 ditolak Mahkaham Agung di stasiun MRT pada Sabtu (13/7). Pertemuan itu dapat dilakukan langsung oleh keduanya atau masing-masing tim Jokowi maupun Prabowo.

"Tentu yang kemarin pertemuan pertama. Untuk pertemuan selanjutnya, apakah langsung Jokowi-Prabowo atau lingkaran masing-masing tentu akan berlanjut karena kemarin cuma satu jam tidak mungkin bahas semuanya," ujar Arsul. 

Dalam pertemuan selanjutnya, kedua pihak akan membicarakan arah masing-masing koalisi. Pembicaraan itu pun tak semata soal koalisi Gerindra agar bergabung dengan pemerintah namun juga tujuan Indonesia ke depan. 

"Tentu itu dibicarakan, arahnya mau di dalam (pemerintahan) atau di luar. Jangan kemudian rekonsiliasi itu diartikan bentuk masuknya Gerindra ke koalisi pemerintah, banyak yang bisa dibicarakan misalnya fungsi penguatan lembaga legislatif," tuturnya.

Di internal koalisi Jokowi sendiri, masing-masing partai telah membicarakan soal komposisi menteri. Namun dia mengaku belum bicara detail soal jatah maupun pos kementerian yang akan diterima. 

"Kalau soal kabinet itu beberapa partai secara bilateral kan sudah bertemu Pak Jokowi, termasuk PPP. Tentu ada bicara sedikit tentang kabinet ke depan. Cuma posnya apa dan jumlah berapa belum disampaikan," ucap Arsul.

Saat bertemu di stasiun MRT, Jokowi dan Prabowo terlihat berpelukan dan duduk berdekatan di menuju mal fX di kawasan Senayan, Jakarta. Di salah satu restoran dalam mal tersebut, keduanya juga makan bersama. Sejumlah tim dari Jokowi dan Prabowo juga tampak mendampingi. (ber/cnn/tem/bls)