Kamis, 19 September 2019


Balita Tunggui Jenazah Ayahnya Tiga Hari di Kamar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 200
Balita Tunggui Jenazah Ayahnya Tiga Hari di Kamar

GENDONG – Seorang petugas menggendong N, balita 15 bulan yang menunggui ayahnya yang meninggal di dalam rumah di Desa Kaliwining, Rambipuji, Jember. Ist

Seorang balita berusia 15 bulan, N menunggui jenazah ayahnya di kamar selama tiga hari. Ketika ditemukan warga, dia sedang menangis sembari memeluk jenazah ayahnya, Aan Junaidi (40).

Jenazah Fauzi tergolek di kasur kamar rumah blok C-6 Perumahan Kaliwining Asri, Dusun Bedadung Kulon, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember. Kulit jenazah yang sudah menghitam, menempel di pipi dan pakaian anaknya. 

"Memprihatinkan waktu ditemukan, pak polisi yang menggendong sampai menangis. Karena anak ini tiga hari tidak makan dan minum. Untung masih hidup," kata tetangga korban, Umi Kulsum, Kamis (15/8).
Wanita yang juga berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Rambipuji itu langsung memberikan pertolongan pertama kepada balita itu. Yakni memberi asupan makanan.

"Diberi air gula dulu, karena anak ini pastinya dehidrasi. Sempat muntah dan langsung dimandikan bersih oleh suami saya. Setelah itu diminumkan susu, karena pastinya lapar," ujarnya.

Berkat asupan makanan itu, kondisi balita semakin membaik. Sedangkan jenazah sang ayah dibawa ke RSD dr Soebandi Jember. 

Jenazah pria yang akrab disapa Fauzi itu ditemukan tergolek dalam kamar rumahnya. Saat ditemukan, pria yang dikenal tertutup dan berciri khas memiliki tato hampir di beberapa bagian tubuhnya itu, hanya tinggal berdua dengan anak perempuannya berinisial N.

Fauzi selama ini memang tinggal berdua dengan anak balitanya itu. Sementara sang istri bekerja di luar negeri sebagai TKW.

"Terakhir terlihat Pak Fauzi itu malam minggu, waktu itu masih dikirimi nasi berkatan (nasi kotak dari tasyakuran) ke rumahnya. Minggu pagi kayaknya masih terlihat, tapi sore sudah gak terlihat. Tahu-tahu sekarang sudah meninggal," kata tetangga sebelah rumah korban, Eny N.

Namun Senin (12/8) sore, sempat tercium aroma busuk bau bangkai. "Kata anak saya mencium bau kayak bangkai gitu. Saat itu anak saya main bola di depan rumah. Tapi dikiranya bau bangkai hewan kucing atau tikus gitu. Kan perumahan ini dekat sawah.”

Kecurigaan warga bukannya tanpa alasan, karena selain tiga hari tak pernah keluar rumah, lampu rumah korban kondisinya selalu hidup. Warga sempat ada yang mengetuk pintu rumah korban dan memanggilnya beberapa kali. Namun panggilan itu tidak ada jawaban.

Akhirnya, warga melaporkan hal itu ke Polsek Rambipuji. Usai menerima laporan, polisi dengan didampingi ketua RT setempat mendobrak pintu. Setelah masuk ke dalam kamar, polisi menemukan korban sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh hitam membusuk. Posisi korban saat ditemukan telentang di atas kasur memakai sarung.

"Anaknya yang masih berusia 15 bulan ada di dalam kamar itu. Kondisinya lemas, karena dehidrasi selama beberapa hari tidak makan dan minum," kata Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo. 

Atas permintaan istri korban, mayat itu dibawa ke RSD dr Soebandi Jember untuk diautopsi. Sementara anak korban, dibawa ke Puskesmas dan kondisinya berangsur membaik.

Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit. "Itu hanya dugaan awal saja meninggalnya karena sakit. Tapi kita tunggu hasil autopsi saja, karena istrinya yang meminta untuk diautopsi," pungkasnya. (ant/det/bls)