Sabtu, 19 Oktober 2019


Imam: Saya Pamit

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 41
Imam: Saya Pamit

SAPA - Menpora Imam Nahrawi menyapa wartawan saat menghadiri acara perpisahan dengan pejabat Kemenpora di Kantor Kemenpora,Jakarta, Kamis (19/9).

JAKARTA, SP - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berpamitan dengan sejumlah pejabat dan staf Kemenpora usai ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dana hibah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Imam menyatakan telah selesai menjalani tugas sebagai Menpora dan akan segera menghadapi proses hukum di KPK.

"Sejak sore ini saya mohon pamit dari Kemenpora. Saya sudah menyelesaikan tugas di sini dan setelah ini akan menghadapi tugas baru. Mohon doanya tugas baru ini dapat saya laksanakan dengan kuat dan sepenuh hati," ujar Imam di kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/9).

Imam menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak termasuk wartawan yang selama ini telah membantu tugasnya sebagai Menpora. Dia juga mendoakan agar seluruh pihak yang pernah membantunya selalu diberi kemudahan dan mampu melewati ujian apa pun yang diberikan Tuhan.

Politikus PKB ini juga telah melapor kepada Presiden Joko Widodo terkait pengunduran dirinya. Pengunduran diri ini dilakukan agar dirinya fokus menghadapi perkara yang berjalan di KPK.

Sementara Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarif belum bisa menyampaikan kapan Imam akan menjalani pemeriksaan. Dia beralasan belum ada informasi dari penyidik.

"Saya kurang tahu tetapi kemarin sudah, saya yakin penyidik sudah memanggilnya lagi karena beliau sudah beberapa kali ya tidak datang," katanya.

KPK sendiri sudah memanggil Imam Nahrawi sebanyak tiga kali untuk memberikan keterangan dan klarifikasi. Itu dilakukan pada periode Juli-Agustus 2019. Namun, Imam selalu mangkir. Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga menerima suap sebesar Rp26,5 miliar sebagai komitmen fee dari sejumlah sumber.

Penerimaan uang pertama terjadi antara 2014-2018, Imam melalui asisten pribadinya diduga menerima Rp14,7 miliar. Berikutnya, pada rentang waktu 2016-2018, Imam diduga menerima uang senilai Rp11,8 miliar. Sumber penerimaan di antaranya dari pengurusan proposal hibah yang diajukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) ke Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan. (ant/cnn/bls)