Senin, 18 November 2019


Bahas Negara hingga Koalisi dengan Demokrat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 33
Bahas Negara hingga Koalisi dengan Demokrat

BERBINCANG - Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/10).

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui Presiden Joko Widodo. SBY tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/10). SBY mengenakan kemeja batik lengan panjang tiba sekitar pukul 13.58 WIB.

Di lokasi, SBY langsung masuk ke dalam Istana Merdeka. SBY kemudian diterima ruang kerja Presiden Jokowi. Jokowi dan SBY duduk di sebuah kursi yang saling berdampingan. Terlihat SBY dan Jokowi berbincang.

Wartawan diminta keluar dari ruang kerja Jokowi selepas mengambil foto. Jokowi dan SBY kemudian melanjutkan pembicaraan berdua di dalam ruang kerjanya.

Usai pertemuan, SBY langsung meninggalkan Istana Merdeka. Hanya Jokowi yang menghampiri awak media. Dia mengatakan, salah satu materi pembicaraan adalah kemungkinan Partai Demokrat gabung ke kabinet pemerintahan.

"Kita berbicara itu tapi belum sampai ke sebuah keputusan," ujar Jokowi.

Meski demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu enggan menjelaskan detail pembicaraan Demokrat gabung kabinet dimaksud. Dia meminta awak media menanyakan juga ke SBY langsung.

"Ini saya dengan Pak SBY sudah janjian lama tapi belum pas waktunya dan hari ini Alhamdulillah pas waktunya dan ketemu," ujar Jokowi.

Selain urusan kabinet, mereka turut membahas seputar permasalahan politik, ekonomi, keamanan, hingga urusan ekonomi.

"Terutama berkaitan situasi eksternal dari sisi ekonomi, yang kita semua hati-hati karena perkembangan ekonomi dunia. Masalah dunia yang menuju pada resesi. Bicara banyak. Masalah dalam negeri, masalah politik," jelas Jokowi.

Jokowi juga mengaku SBY memberikan banyak masukan terkait periode keduanya. Hanya, dia menyebut belum ada pembahasan nama kader Demokrat yang diusulkan untuk mengisi pos kabinet Jokowi, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Nggak sampai ke sana, belum sampai ke sana. (Nama AHY) belum," tegas Jokowi.

Seperti diketahui, isu Demokrat bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin cukup menguat belakangan ini. Demokrat sendiri sudah memastikan siap masuk ke kabinet Jokowi meski sebelumnya bergabung dengan koalisi rival, Prabowo Subianto.

Terpisah, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan pihaknya ingin mendukung pemerintahan Jokowi tanpa mengajukan konsep mau pun kader untuk ditempatkan sebagai menteri. Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.

Sikap Demokrat tersebut berbeda dengan Gerindra yang mengajukan konsep Strategi Dorongan Besar kepada Jokowi. Jika konsep tidak diterima, Gerindra tak keberatan berada di luar pemerintahan.

"Partai Demokrat berbeda soal sikap pembentukan kabinet dengan partai lain, tidak ada persyaratan baik orang maupun program," tutur Andi melalui pesan singkat.

"Walaupun demikian partai Demokrat akan mendukung hasil pilihan rakyat ini lima tahun ke depan, ada atau tidak ada menteri dari Demokrat," lanjutnya.

Andi menegaskan bahwa Jokowi adalah pemenang Pilpres 2019 yang dipilih rakyat secara langsung. Jokowi pun sudah memiliki konsep untuk menjalankan roda pemerintahan di periode selanjutnya. (ant/cnn/det/bls)