Selasa, 19 November 2019


Wiranto Diserang Anggota JAD

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 48
Wiranto Diserang Anggota JAD

DITUSUK - Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

BANTEN, SP - Menko Polhukam Wiranto diserang orang tak dikenal saat berkunjung ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Pelaku telah diamankan kepolisian.

Kabid Humas Polda Banten, Edi Sumardi menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu Wiranto dalam agenda kunjungan ke salah satu pondok pesantren.

"Wiranto melakukan peletakan batu pertama," kata Edi menegaskan.

Sesuai agenda yang disebar kementerian, Wiranto meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla'ul Anwar di Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi,Pandeglang. Peristiwa penusukan terjadi saat Wiranto turun dari kendaraan, namun secara tiba-tiba ada orang tidak dikenal menusuknya.

Wiranto mengalami luka tusuk di bagian perut. Kapolsek Menes Kompol Daryanto yang mendampingi Wiranto turut menjadi korban penyerangan dan mengalami luka di bagian punggung. Satu korban lain adalah seorang warga bernama H Fuad. Mereka langsung dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang.

Namun kini, Wiranto tengah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto.

Meski penyerangan dilakukan seorang diri, namun diketahui pelaku sebelumnya berdua dengan seseorang perempuan. Yang laki-laki berinisial SA alias Abu Rara dan perempuan berinisial FD.

"Saat kejadian dia bersama istrinya berdua," ujar Edi.

Polisi memastikan pelaku penusukan Wiranto merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

"Sudah bisa dipastikan pelaku termasuk dalam kelompok JAD Bekasi dengan Amirnya Abu Zee," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Amir JAD Bekasi, Abu Zee telah ditangkap pada 23 September lalu bersama delapan orang lainnya. Saat itu, polisi juga turut mengamankan satu orang lainnya di wilayah Jakarta Utara.

"Amirnya Abu Zee yang sudah ditangkap tanggal 23 September yang lalu bersama delapan pelaku lainnya, satu orang yang ditangkap di Jakarta Utara," tutur Dedi.

Sebelumnya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengklaim telah mengendus rencana kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

"Kami sudah mendeteksi menjelang pelantikan memang ada rencana-rencana seperti itu dari JAD, sehingga harus kita tingkatkan kewaspadaan kita," kata BG.

Meski BIN telah mendeteksi, namun kata BG, aparat kesulitan melacak kepastian rencana aksi. Sebab JAD bergerak dalam bentuk sel-sel kecil.

Pelaku Tertutup

Dua orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan atau penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto diketahui oleh pengurus rukun tetangga (RT) setempat tinggal mengontrak rumah sekitar satu tahun lalu dan jarang berbaur dengan warga lainnya di lingkungan tersebut.

"Aktivitas kesehariannya tidak begitu jelas, kemudian jarang berbaur dengan warga yang lainnya," kata Humadad Sanusi, Ketua RT 04 Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, tempat dua orang terduga pelaku penyerangan Menkopolhukam tersebut tinggal.

Menurut Sanusi, aktivitas keseharian pelaku adalah seorang penjual pulsa di kontrakannya. Terlihat adanya plang jual pulsa yang terpampang di depan rumah kontrakan terduga pelaku penusukan Wiranto itu. Namun, pelaku juga diketahui oleh warga suka keluar rumah pada malam hari, dan pada siang hari jarang keluar dari rumah kontrakannya.

"Sudah sekitar satu tahun tinggal di sini. Tinggal sama keluarga baru, karena awalnya sendiri. Aktivitasnya nggak tahu, yang saya tahu jualan pulsa doang," katanya.

Sanusi mengatakan, keluarga tersebut sangat tertutup dengan warga termasuk juga istrinya karena jarang keluar rumah dan jarang berbaur dengan warga. Diketahui pasangan suami istri tersebut sudah memiliki satu orang anak.

Setelah kejadian tersebut, rumah terduga pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang telah digeledah oleh pihak kepolisian Polres Pandeglang. Usai digeledah, tempat tinggal pelaku dipasangi garis polisi.

Sementara di rumah orang tua FD di RT 07/ RW.02 Dukuh Sitanggal, Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Brebes, sejumlah barang diamankan Polres setempat. Di antaranya enam anak panah, satu busur, dan satu dus berisi buku-buku.

"Tadi saya lihat ada enam anak panah, busur, dan buku satu dus yang diamankan polisi. Cuma saya tidak tahu buku itu maupun judul, dan isinya apa saja," kata perangkat desa setempat, Wartono.

Penangkapan terhadap istri SA alias Abu Rara ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Desa Sitanggal. Saat ini rumah orang tua FD mendapat pengamanan oleh Polres Brebes.

Lawan Radikalisme

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerukan masyarakat untuk bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme menyusul insiden penusukan yang menimpa Menkopolhukam Wiranto.

"Dan pada seluruh masyarakat saya mengajak bersama-sama untuk memerangi radikalisme dan terorisme di tanah air kita. Hanya dengan upaya bersama-sama, terorisme dan radikalisme bisa kita selesaikan dan berantas dari negara yang kita cintai," ujar Jokowi usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Jokowi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan dengan dukungan TNI untuk mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku. Jokowi juga meminta aparat membongkar jaringan yang terkait dengan peristiwa tersebut.

Wiranto, kata Jokowi, saat ini dalam penanganan tim dokter RSPAD. Dia menjalani operasi atas luka tusuk yang dideritanya.

"Saya mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar beliau segera diberikan kesembuhan cepat pulih," kata Jokowi. (ant/cnn/bls)