Senin, 18 November 2019


Jusuf Kalla Bagi Pengalaman Dampingi Dua Presiden

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 35
Jusuf Kalla Bagi Pengalaman Dampingi Dua Presiden

POSE - Wakil Presiden Jusuf Kalla berpose usai sesi wawancara khusus dengan Antara di Jakarta, Kamis (17/10).

Jusuf Kalla (JK) membandingkan pengalamannya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia selama dua kali dengan dua presiden berbeda. Pria yang akrab disapa JK itu menuturkan pengalamannya menjadi wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo tak terlalu berbeda.

"Cuma ya semua pemimpin punya gaya pemimpin yang berbeda. Itu saja, tapi pada prinsipnya bekerja dengan baik, ikhlas menyelesaikan persoalan, mencari solusi dan juga tampil ketika ada masalah bersama presiden," kata JK, Rabu (16/10) malam.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut menuturkan ada seni menjadi orang nomor dua di negeri ini. Dia bilang harus pintar-pintar mengatur posisi dengan presiden. JK tak setuju jika ada anggapan wapres hanya sekadar ban serep presiden. Menurutnya fungsi wapres untuk menopang kerja presiden.

Dia bilang menjadi wakil presiden harus siap membantu presiden kapanpun. Namun menjadi wapres juga harus rela untuk mengalah.

"Wakil tuh harus tahu prinsip pokoknya. Satu langkah di belakang, dan satu tone lebih rendah suaranya," ujar JK.

Jelang akhir tugasnya, dia menyebut pekerjaan rumah Presiden Jokowi masih banyak pada periode kedua. Jokowi kembali terpilih sebagai presiden bersama wapres terpilih Ma'ruf Amin untuk periode 2019-2024.

"PR banyak sekali. Pertumbuhan ekonomi contohnya, kita ingin capai itu kan pekerjaan rumah yang banyak," ujarnya.

Menurut JK, pekerjaan pemerintah yang sudah dijalankan selama lima tahun terakhir tak bakal berhenti karena sifatnya berkelanjutan. Dia mencontohkan salah satunya adalah pembangunan proyek infrastruktur yang akan terus dilanjutkan.

"Pemerintahan itu tidak ada suatu pekerjaan berhenti. Infrastruktur misalnya, tidak pernah berhenti. Hari ini bikin jalan, besok diperpanjang, besok diperlebar karena mobil bertambah," katanya.

Sementara JK sendiri berencana tak terlibat lagi di pemerintahan setelah tidak menjabat sebagai wapres. Dia menyatakan akan mengurus pekerjaan di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan mengingat jabatannya saat ini sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia dan Palang Merah Indonesia.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyatakan tak akan kembali menggeluti politik.

"Sudah sering saya katakan, saya ingin urus sosial, pendidikan, keagamaan, meninjau bisnis dan nikmati hidup dengan keluarga dan cucu," ucapnya.

Masa jabatan JK diketahui akan segera berakhir dalam hitungan hari. Jokowi-Ma'ruf akan segera dilantik sebagai presiden dan wapres periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang. Jauh sebelum menjadi wapres Jokowi, Jusuf Kalla malang melintang di dunia politik. Dia pernah menjadi Menteri Perdagangan dan Industri pada 1999. Lalu menjadi Menko Kesra pada 2001 hingga 2004.

Dia pertama kali menjadi wakil presiden pada 2004. Maju bersama SBY, Ketua Umum Partai Demokrat. Namun pada periode berikutnya dia pecah kongsi dengan SBY dan memilih maju sebagai capres bersama Wiranto. Namun kalah dari pasangan SBY-Boediono.

Pada tahun 2014, JK kembali maju dalam pertarungan Pilpres. Dia menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo dan memenangkan Pilpres 2014. (antara/balasa)