Senin, 18 November 2019


Jokowi Siap Umumkan Kabinet

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 85
Jokowi Siap Umumkan Kabinet

JAKARTA, SP - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan telah menyelesaikan susunan menteri Kabinet Kerja Jilid II. Ia meminta masyarakat sabar menunggu pengumuman resminya.

"Yang jelas, susunan kabinet untuk pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Saya akan umumkan segera setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 pada 20 Oktober, bisa di hari yang sama, atau setelahnya," kata Jokowi di akun Instagram resmi miliknya, kemarin.

Menurut Jokowi, para menterinya ke depan berasal dari berbagai macam latar belakang. Ia menuturkan mereka adalah orang berkompeten dan siap mengabdi.

"Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politikus, santri, juga TNI dan polisi. Tidak sulit menemukan mereka," ujar mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi bercerita ia membaca sejumlah versi bocoran nama-nama menteri yang beredar di publik. Ia membaca untuk memastikan apakah susunan menteri benar-benar bocor atau tidak.

"Saya sendiri membacanya dengan antusias kalau-kalau itu benar adalah bocoran," kata dia diikuti emoji senyum.

Hingga kini nama-nama menteri kabinet Jokowi jilid II masih misteri. Namun mulai muncul sejumlah bocoran atau prediksi dari beberapa kalangan mulai dari politisi koalisi maupun pengamat.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arif Wibowo mengungkapkan komposisi susunan kabinet periode kedua.

Arif Wibowo menyatakan Kabinet Kerja jilid II ini akan terdiri atas para menteri yang berasal dari partai politik dan non partai politik.

"Presiden juga sudah menyampaikan bahwa komposisi antara parpol dan non parpol yaitu non parpol 55 persen, yang parpol 45 persen," ucap Arif.

Menurutnya komposisi seperti itu lah yang diharapkan Jokowi.

"Itu kira-kira keinginan presiden untuk penyusunan kabinet seperti itu," kata Arif.

Ia menambahkan, menteri yang berasal dari parpol akan diutamakan berasal dari partai pengusung Jokowi-Ma'ruf.

"Siapa saja, tentu akan kembali pada satu etika yang mesti ditempuh terutama pada partai pendukung Pak Presiden dan Pak KH Ma'ruf Amin, secara khusus partai utama presiden PDI Perjuangan," ujar Arif.

Terkait menteri yang berasal dari PDIP, Arif menyebut hal itu merupakan wewenang Ketua Umum partai, Megawati Soekarnoputri.

"Karena itu di mana-mana kami sampaikan juga soal itu, saya juga perlu jelaskan kepada rakyat Indonesia bahwa kalau PDI sudah jelas aturan partai kami adalah diberikan kewenanganya diberikan kepada ibu Mega sebagai Ketua Umum Partai untuk membicarakannya dengan presiden," terang Arif.

"Untuk porsinya berapa kementrian dan sebagainya tentu dari hasil pembicaraan."

Arif menyampaikan, PDIP selaku partai pengusung Jokowi akan terus mengawal pemerintahan.

"Kami ingin sampaikan juga bahwa karena PDI Perjuangan adalah partai utama peemrintah, presiden, maka kami memang merasa berkewajiban utnuk mengawal pemerintahan ke depan," kata Arif.

Muka Lama

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari memperkirakan akan ada beberapa nama-nama lama di dalam susunan kabinet Jokowi-Ma'ruf. 

Nama-nama tersebut antara lain Basuki Hadimuljono sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Retno Lestari Priansari Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang, serta Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan. 

Dia menilai bertahannya sejumlah nama tersebut di posisi lama tidak terlepas dari beberapa faktor, salah satunya program kerja yang memerlukan hadirnya kesinambungan. 

"[Seperti] Bambang Brodjonegoro, karena dia Menteri Bappenas, dia yang punya blue print pemindahan ibu kota, jadi kalau diganti akan terjadi ketidaksinambungan," ujar Qodari di Jakarta, Sabtu (19/10). 

Di sisi lain, beberapa kandidat dari partai politik yang diprediksi bakal menduduki kursi menteri juga sudah muncul. Nama-nama itu di antaranya Ryamizard Ryacudu dan Budi Gunawan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kemudian Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita dari Parta Golongan Karya (Golkar).

Ada pula nama Muhammad Hanif Dhakiri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Viktor Bungtilu Laiskodat dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Suharso Manoarfa dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). 

Sementara itu, beberapa menteri di Kabinet Kerja Jilid I seperti Sri Mulyani Indrawati dan Susi Pudjiastuti dikatakan masih berpeluang untuk kembali menduduki pos lamanya di kabinet baru. 

Pengamat Politik Hendri Satrio menilai ada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang membuka peluang atas dua nama tadi, terutama Susi.

"Sri Mulyani peluangnya 50-50, sedangkan Susi Pudjiastuti berpeluang karena selama ini menjadi people champion," tuturnya. 

Lebih jauh, Hendri memprediksi PDIP akan mendapatkan jatah kursi menteri paling banyak dengan delapan kursi. Diikuti oleh beberapa partai lain, yaitu NasDem 3 kursi, Golkar 3 kursi, dan PKB 2 kursi. 

Tak Kompromi

Sebelumnya, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) memberikan masukan kepada Jokowi terkait nama-nama calon menteri. OSO meminta agar Jokowi tidak ada kompromi dalam menunjuk calon menteri.

"Jangan ada kompromi, harus dilihat dari profesi yang betul-betul mempunyai kemampuan," kata OSO di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat.

OSO menambahkan, para calon menteri juga harus bisa bekerja keras agar masyarakat di seluruh pelosok negeri makmur sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju di 2045.

"Menteri mesti dapat mendongkrak, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memakmurkan rakyat. Itu cukup. Semua sudah tahu sosok Jokowi dan Ma'ruf dan dia sudah terpilih dan dipilih rakyat secara demokrasi (demokratis-red)," ucap OSO.

Mengenai kemungkinan bergabungnya Gerindra dalam pemerintahan OSO enggan menjawab. Hanya saja ia yakin kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf selama 5 tahun ke depan akan dapat berjalan dengan baik. (tmp/bsn/kum/bob)