Senin, 18 November 2019


OSO: Nyawanya Ada di Media

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 56
OSO: Nyawanya Ada di Media

Oesman Sapta Odang

JAKARTA, SP - Peran media dan insan pers sangat penting untuk kemajuan sebuah bangsa. Bisa dibilang, kalau negara mau makmur, nyawanya ada di media. Untuk itu keberadaan dan peran pers, harus terus diperkuat dan didukung.

Demikian disampaikan Tokoh Pers Nasional, Oesman Sapta Odang atau OSO. Pernyataan OSO ini disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam acara seminar publik bertajuk “Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045” di Ballroom Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta, kemarin. Acara tersebut diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

“Harus berulang-ulang kita ingatkan. Insan pers yang terus mendorong negara kita ini untuk makmur, nyawanya ada di media. Media merupakan alat yang paling menentukan di dalam kehidupan,” kata OSO.

Mantan Ketua DPD ini berpendapat, media dan pers perlu diperkuat. “Mari kita sama-sama kuatkan pers untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mendorong sosial budaya, kemasyarakatan, untuk mendorong keamanan bagi rakyat Indonesia secara nasional, kebangsaan,” ujarnya.

Kata OSO, pers bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga me miliki peran untuk menciptakan sistem. Termasuk mengawal kehadiran tokoh-tokoh muda yang akan jadi pemimpin masa depan.

“Sejak sekarang, pers bisa mendorong tokoh-tokoh muda untuk muncul. Baik untuk 2024, maupun 2045. Kita tidak ingin, tokoh-tokoh nasional muncul hanya menjelang last minute saja,” kata Ketua Umum Partai Hanura ini.

Guna mendorong munculnya generasi muda yang berkualitas, OSO mengingatkan, saat ini Indonesia perlu menekankan 5S: Strategi, Structure, Skill, System, serta Speed dan target “Itu penting sekali, karena itu yang menentukan sikap bangsa ini,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut OSO, pers dan media juga bisa memberitakan produk-produk yang menjadi unggulan dari bangsa Indonesia. Termasuk menyebarkan ide, gagasan, karya dari tokoh-tokoh muda inovatif yang bakal menjadi pemimpin 2045. 

“Pers itu harus melakukan sistemnya sekarang ini untuk membaca masa yang akan datang. Jadi kita fokuslah sekarang ini, fokus pada persoalan pokok,” jelas OSO.

Pengusaha asal Kalbar ini mengapresiasi PWI Pusat yang telah menggelar seminar tentang tokoh muda masa depan.

Selain fokus meningkatkan mutu SDM, keterbukaan informasi dan menjaga demokrasi menjadi penting jika Indonesia ingin menjadi negara unggul. Inovasi, informasi, infrastruktur dan pendidikan, merupakan paket yang harus berjalan simultan.

“Saya bangga dengan anak muda. Harapan saya, mimpi tokoh muda untuk 2045 adalah memberikan kontribusi yang besar terhadap negara. Saya mengharapkan dalam pertemuan ini mendukung sepenuhnya pemerintahan yang bersih, bermartabat dan mampu memakmurkan daerah. Indonesia akan makmur kalau daerah sudah makmur,” tegasnya.

Selain OSO, sejumlah tokoh hadir dalam seminar tersebut sebagai narasumber. Mulai dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin; Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap; hingga Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Ganjar dalam paparannya menilai, masa depan Indonesia bertumpu pada mutu sumber daya manusia. Pemerintah harus mampu memanfaatkan bonus demografi dan mulai melepaskan ketergantungan terhadap limpahan sumber daya alam nasional.

Hal senada juga disampaikan Dodi Reza. Putra mantan Gubernur Sumsel, Alex Noordin, ini menyinggung soal bonus demografi Indonesiadi 2045.

“Mutu SDM kita paling tidak sejajar dengan negara maju, jangan terus tertinggal. Kalau melebihi mungkin masih sulit. Populasi dunia pada 2045 sekitar 9,5 miliar jiwa. Dan 71 persennya ada di Asia. Untuk bisa bersaing dalam kondisi tersebut, tidak ada yang lebih baik selain menyiapkan SDM dari sekarang,” ujar Dodi. (rmo/bob)