Minggu, 19 Januari 2020


52 Hari Meninggal, Jenazah WNI Irwan Akhirnya Dimakamkan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 42
52 Hari Meninggal, Jenazah WNI Irwan Akhirnya Dimakamkan

DIMAKAMKAN – Jenazah Irwan, WNI yang meninggal terkena penyakit kencing tikus akhirnya dimakamkan di Tanah Perkuburan Islam Kemunting, Bintulu, Sarawak, Malaysia pada Sabtu (7/12).

KUCHING, SP - Kasus Milda Situmorang, WNI yang telantar bersama kelima anaknya beberapa waktu lalu cukup menyita perhatian. Milda telantar lantaran sang suami, Irwan terkena penyakit kencing tikus dan meninggal dunia. 

Setelah 52 hari wafat atau 16 Oktober 2019 lalu, jenazah Irwan baru dimakamkan di Tanah Perkuburan Islam Kemunting, Bintulu, Sarawak, Malaysia pada Sabtu, 7 Desember 2019. Butuh proses dan waktu panjang untuk pemakaman Irwan setelah dinyatakan meninggal dunia karena terjangkit virus kencing tikus.

Warga asal Sulawesi Tengah itu meninggal dunia saat dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Bintulu. 

"Almarhum Pak Irwan baru dimakamkan pada Sabtu," ucap salah satu anggota Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (Forkommi) Sarawak, Mohamad Kholili pada Senin (9/12).

Dikatakan bahwa proses untuk bisa mengeluarkan jenazah Irwan dari rumah sakit hingga pemakaman memang sedikit terkendala. Karena, Irwan tidak memiliki dokumen atau identitas diri.

"Sehingga kami dari Forkommi dan pihak hospital (rumah sakit) melaporkan ke Polisi Malaysia, (Irwan) jadi Mr X, makanya penguburannya lama karena kami menunggu keputusan Mahkamah," jelasnya.

Semasa perawatan selama dua pekan di rumah sakit hingga pengurusan pemakaman, Irwan diurus oleh Forkommi, komunitas sosial Exrameal Bintulu dan pegiat Medsos Bintulu News Francis Ngu Hown Hua serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching.

"Semua biaya hospital sampai pemakaman dibiayai Kerajaan Malaysia. Sebab, Pak Irwan dianggap Mr X, tidak dikenali," jelasnya.

Untuk proses pemakaman ini, Forkommi juga dibantu oleh Jabatan Agama Islam (Jais) Malaysia. Pemakaman berlangsung lancar. Hanya terjadi penundaan sehari dari hari yang direncanakan karena hujan.

Kisah Irwan dan telantarnya istri serta lima anaknya yang masih kecil ini membuat haru masyarakat di tanah air maupun warga negara Indonesia yang berada di Sarawak. Terutama masyarakat di tanah kelahiran Irwan maupun istrinya.

Yang lebih menjadi perhatian publik adalah ketika mengetahui kisah perjuangan hidup mereka di negeri orang dan nasib kelima anak mereka. 

Milda harus menjual sayuran hasil kebun ke pasar. Perempuan 45 tahun ini berjalan kaki dengan jarak tempuh berjam-jam untuk menafkahi anaknya. 

Sampai-sampai, Milda dikira orang gila karena penampilannya yang tidak meyakinkan sebagai penjual sayur. (din/bah)