Selasa, 21 Januari 2020


OSO Tolak Jadi Wantimpres, Komitmen Besarkan Hanura

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 443
OSO Tolak Jadi Wantimpres, Komitmen Besarkan Hanura

Grafis: koko

JAKARTA, SP - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menolak tawaran Presiden Joko Widodo untuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). OSO mengaku masih ingin fokus menjadi pemimpin di Hanura

"Tapi dalam persyaratan ini saya tidak mau membohongi Bapak Presiden. Hati nurani saya masih mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap Partai Hanura," kata OSO usia bertemu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/12).

OSO mengaku berterima kasih kepada Jokowi yang sudah mengajaknya untuk menjadi anggota Wantimpres. Namun, kata OSO, karena ada persyaratan tak boleh aktif di partai, dirinya memutuskan untuk menolak tawaran itu.

"Bapak presiden sudah tahu sikap saya, sifat saya. Saya menyampaikan ini melalui Pak Pratikno," ujarnya.

OSO mengaku sudah menyerahkan nama lain untuk diangkat menjadi anggota Wantimpres periode 2019-2024. Mantan ketua DPD itu menolak mengungkapkan siapa nama yang ia sodorkan.

"Sudah, Pak Pratikno dan Presiden lebih tau lah. Kami membatasi diri. Kenapa? Karena jangan nanti dipikir kami meminta-minta," tuturnya.

Memaklumi Putusan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui dirinya sempat menunjuk Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Namun, OSO menolak tawaran Jokowi tersebut.

Jokowi bisa memakluminya sebab apabila menjadi Wantimpres OSO harus mundur dari Ketua Umum Hanura. Dalam aturannya, pimpinan partai politik memang tidak bisa merangkap jabatan Wantimpres.

"Oh ya Pak Oesman Sapta Odang memang semula kita pilih, tapi karena memang dalam wantimpres tidak boleh merangkap berkaitan dengan politik," kata Jokowi usai pelantikan Wantimpres di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12).

Atas pertimbangan itulah mantan Ketua DPD itu memilih fokus untuk mengurusi partainya. Menurut Jokowi, OSO telah menemui Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk menyampaikan alasannya tersebut.

"Sehingga pak Oesman Sapta tadi pagi menyampaikan kepada Menteri Sekretaris Negera bahwa beliau lebih mencintai partai. Sehingga tidak mau dan mundur dari wantimpres," jelasnya.

Tugas Watimpres

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rahman mengatakan, merujuk Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Wantimpres, Dewan Pertimbangan Presiden adalah lembaga pemerintah yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden sebagaimana dimaksud Pasal 16 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Anggota Wantimpres berjumlah 9 orang, dan salah satunya merangkap sebagai ketua.

Wantimpres bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.

Nasihat dan pertimbangan disampaikan baik secara perorangan maupun sebagai satu kesatuan nasihat dan pertimbangan seluruh anggota dewan.

Masa jabatan keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden berakhir bersamaan dengan masa berakhirnya jabatan Presiden atau berakhir karena diberhentikan oleh Presiden.

Berikan Apresiasi

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir memuji ketua umumnya, Oesman Sapta Odang alias OSO yang menolak posisi dewan pertimbangan presiden (wantimpres) demi mengurus partai.

"Beliau hebat! Lebih memilih bersama kader-kadernya ketimbang menduduki jabatan penting," kata Inas.

 Inas mengatakan Oesman sebelumnya memang diminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menjadi anggota Wantimpres. Namun OSO menolak karena ingin fokus memimpin Hanura.

"Untuk menata partai agar dapat meraih kemenangan di 2024."

Sebelumnya, Ketua DPP Hanura, Benny Rhamdani menyebut sang Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) menjadi salah satu yang diminta istana untuk menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Tawaran itu dianggap sebagai sebuah penghargaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada OSO.

"Pak OSO salah satu yang diminta oleh istana untuk berada di Wantimpres. Tentu itu sebuah penghargaan dan penghormatan Presiden kepada Pak OSO yang sangat luar biasa," kata Ketua DPP Hanura, Benny Rhamdani.

Namun Benny tidak mengetahui persis apakah tawaran itu diterima OSO atau tidak. Hanura ditegaskan Benny menyerahkan sepenuhnya kepada OSO.

"Tapi apakah Pak OSO menerima atau tidak tawaran Istana, kami Pengurus dan Kader Partai Hanura, mennyerahkan sepenuhnya kepada Pak OSO," ujar dia.

Peduli dengan Kader

Terkait Musyawarah Nasional (Munas) yang tak lama lagi digelar. Ketua DPD Partai Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung meyakinkan Hanura Kalbar akan selalu komitmen untuk memberikan dukungan kepada Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura, saat musyawarah nasional (Munas) Partai Hanura yang akan dilangsung di Jakarta, Selasa 17 Desember 2019.

“Tentu Hanura Kalbar harga mati tetap (mendukung) Pak OSO,” kata Tanjung.

Tanjung menilai, keberpihakan Hanura Kalbar untuk tetap mendukung OSO sebagai Ketum Hanura dilatarbelakangi oleh beberapa alasan. Salah satunya karena OSO merupakan putra asli Kalbar yang memiliki banyak prestasi.

“Kita orang Kalbar dan beliau juga orang asli Kalbar,” kata Tanjung kepada Suara Pemred, Jumat (13/12).

Alasan lainnya, kata Tanjung, selama memimpin Partai Hanura, OSO dinilai sangat baik dan peduli dengan pengurus partai di tingkat daerah.

“Komunikasi dengan kita di daerah sangat baik dan Pak OSO juga sangat peduli dengan kita, termasuk dengan partai,” ungkap Tanjung.

Keseriusan OSO untuk membesarkan Partai Hanura, lanjut Tanjung juga terlihat dari keputusan tokoh Kalbar tersebut yang lebih memilih membesarkan Hanura dibanding dengan mengambil posisi sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

“Keputusan itu kami nilai sangat luar biasa yang diambil beliau. Beliau tidak mementingkan dirinya sendiri bahkan beliau menyampaikan akan fokus dengan Hanura. Ini tentunya sangat membanggakan kader Hanura di seluruh Indonesia,” tegas Tanjung.

Tanjung juga yakin, Partai Hanura ke depan akan menjadi lebih besar di bawah kepemimpinan OSO.

“Tentunya kami yakin hal itu akan terwujud di bawah kepemimpinan Pak OSO,” pungkas Tanjung. (cnn/lip/jee/bob)

Jelang Munas, 34 DPD Minta OSO Jabat Ketum Lagi

Hanura akan menggelar musyawarah nasional (Munas) untuk memilih ketua umum. Seluruh dewan perwakilan daerah (DPD) Hanura disebut menginginkan agar Oesman Sapta Odang (OSO) kembali menjadi ketua umum.

"34 DPD beserta DPC meminta kembali OSO memimpin partai Hanura kembali. Munas akan diselenggarakan pada tanggal 17-19 Desember 2019 Hotel Sultan Jakarta," ungkap Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir dalam perbincangan, Jumat (13/12).

Munas Hanura pun diprediksi akan berlangsung soft. Pemilihan ketum kemungkinan besar akan aklamasi.

"Insyaallah," ujar Inas.

Untuk diketahui, OSO diminta Presiden Joko Widodo untuk menjadi salah satu dewan pertimbangan presiden (wantimpres). Namun OSO lebih memilih untuk tetap menjadi nahkoda untuk Hanura sehingga menolaknya.

"Pak OSO memang diminta oleh Presiden untuk bergabung di Wantimpres, tapi pak OSO dengan hormat menolak permintaan tersebut karena akan tetap fokus memimpin Hanura untuk menata partai agar dapat meraih kemenangan di 2024," ungkap Inas.

Posisi OSO di wantimpres pun digantikan oleh Wiranto yang merupakan Ketua Dewan Pembina Hanura. Inas menyebut Wiranto bukan representasi dari partainya.

"Wiranto bukan representasi Hanura," bebernya.

OSO sebelumnya mengungkap alasannya menolak untuk menjadi salah satu wantimpres Jokowi. Ia mengaku ingin fokus mengurus Hanura.

"Hati nurani saya besar dengan partai, untuk jadi anggota Wantimpres harus tidak menjabat jabatan pimpinan parpol, nah apalagi kalau pimpinan Wantimpres. Itulah sebabnya saya merasa, pertama, terima kasih ke presiden yang telah hargai sekali Partai Hanura diberi kesempatan," kata OSO.

"Tapi karena syarat itu, saya memutuskan untuk sementara akan terus bersama teman-teman seperjuangan agar tetap walau bagaimana kami akan 100 persen dukung presiden dalam pemerintahan," sambung dia. (dtk/bob)