Minggu, 19 Januari 2020


Dukungan 34 DPD Menguat, OSO Bisa Aklamasi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 75
Dukungan 34 DPD Menguat, OSO Bisa Aklamasi

Ketua Umum Partai Hanura, Oesma Sapta Odang

JAKARTA, SP - Peluang Ketum Partai Hanura, Oesma Sapta Odang (OSO) memimpin kembali semakin kuat. Hal ini tampak pada dukungan bulat 34 DPD dan DPC untuk OSO. Bahkan, OSO bisa terpilih secara aklamasi di Munas.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir. Menurutnya, hampir mayoritas kader di daerah menginginkan OSO kembali menjadi ketua umum.

Munas Partai Hanura akan diselenggarakan pada 17- 19 Desember 2019, di  Hotel Sultan Jakarta. Dari hasil Rapimnas beberapa waktu lalu, 34 DPD dan DPC se-Indonesia, meminta OSO kembali memimpin Partai Hanura.

“Dengan peta politik demikian Munas Hanura diprediksi akan berlangsung soft. Pemilihan Ketum kemungkinan besar akan aklamasi. Insya Allah,” ujar Inas.

Untuk memperkuat perjuangan Partai Hanura, OSO sendiri telah menolak saat diminta Presiden Jokowi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). OSO lebih memilih tetap menjadi nakhoda untuk Hanura, sehingga bisa membesarkan Partai yang dipimpinnya tersbeut.

“Pak OSO memang diminta oleh Presiden untuk bergabung di Wantimpres, tapi Pak OSO dengan hormat menolak pernintaan tersebut, karena akan tetap fokus memimpin Hanura untuk menata partai agar dapat meraih kemenangan di 2024,” ungkapnya

OSO mengaku tidak mengambil jabatan Anggota Dewan Per timbangan Presiden (Wantimpres), karena ingin membangun partainya kembali dari bawah. Dorongan agar OSO kembali memimpin Hanura juga sudah santer saat Partai Hanura menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) bulan lalu. Rapimnas untuk membahas percepatan Munas.

Saat itu, OSO diminta mayoritas peserta Rapimnas memimpin kembali Hanura. Dari hasil Rapimnas tersebut menghasilkan tiga keputusan. Pertama, 34 DPD meminta agar Munas dipercepat. Seharusnya, Munas Hanura diselenggarakan Februari 2020.

“Munas Partai Hanura itu harusnya dilaksanakan secara periodisasi 5 tahunan, tepat di Februari 2020, tapi minta dipercepat,” kata Ketua DPP Partai Hanura, Benny Ramdhani.

Menurut Benny, aspirasi DPD terkait musyawarah nasional minta dipercepat itu disetujui peserta Rapimnas. “Maka Rapimnas hari inilah, DPP partai menggunakan forumnya dalam mengambil keputusan tersebut,” katanya.

Selain itu, para pengurus DPD meminta agar OSO dicalonkan lagi sebagai Ketum. Belum ada calon lain penantang OSO.

“Ada permintaan dari 34 DPD untuk meminta ketua umum, Bapak Oesman Sapta (OSO), mencalonkan kembali dan mereka ingin memberikan dukungan untuk kepemimpinan selama periode 5 tahun ke depan untuk Pak OSO,” kata Benny. 

OSO sebenarnya mendapat tawaran dari Presiden Jokowi untuk menduduki kursi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Namun, OSO lebih memilih fokus membesarkan Partai Hanura.

“Hati nurani saya mengatakan, saya masih punya tanggung jawab besar terhadap partai. Dari jalur ini (Hanura), kami akan berada di garis terdepan dalam mengawal dan menjalankan seluruh agenda Presiden Jokowi.

Hal ini sekaligus membuktikan dukungan yang kami berikan pada Presiden Jokowi tanpa pamrih,” ujar OSO usai menemui Mensesneg, Pratikno, di Istana Kepresidenan.

OSO juga mengaku sangat berterima kasih atas apresisiasi dan penghargaan yang diberikan Presiden kepadanya danPartai Hanura. Menurut dia, Jokowi telah mendapatkan pengganti dirinya yang akan mengisi keanggotaan Wantimpres.

“Soal siapa yang dipilih, itu hak prerogratif Presiden. Kami serahkan semua pada Pak Jokowi. Hanura tidak pernah meminta-minta, apalagi mengintervensi hak yang melekat pada diri Presiden,” tegas Ketua DPD Periode 2017-2019 tersebut.

Presiden Jokowi juga mengaku sudah menawari OSO untuk mengisi posisi Wantimpres. Jokowi pun memaklumi OSO menolak tawaran tersebut. Sesuai aturan, pimpinan parpol tak bisa rangkap jabatan menjadi Wantimpres.

“Pak Oesman Sapta memang kita pilih. Tapi, dalam Wantimpres tidak boleh merangkap berkaitan dengan politik,” ujar Jokowi, usai pelantikan Wantimpres, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/12). (cnn/mul)