Bupati KKU Hildi Hamid: Mengganggu Program Pemerintah

Opini

Editor sutan Dibaca : 1374

Bupati KKU Hildi Hamid: Mengganggu Program Pemerintah
Bupati Kayong Utara Hildi Hamid

Kehadiran para mantan anggota dan simpatisan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di sejumlah wilayah Kabupaten Kayong Utara (KKU), bisa  jadi  tak lepas dari peran warga setempat yang juga penganut sekte tersebut.
Tanpa peran warga KKU ini maka mustahil para mantan Gafatar itu bisa menyebar secara sporadis tanpa diketahui pihak setempat. Apalagi banyak surat pindah,  mereka yang menulis rinci nama dusun, desa hingga nomor RT/RW di wilayah yang dituju di KKU. 
Menurut Bupati KKU, Hildi Hamid, 1.838 warganya tercatat sebagai anggota Gafatar di Kecamatan Sukadana dan Kecamatan Pulau Maya.  Banyaknya anggota Gafatar itu menunjukkan, organisasi terlarang itu telah melakukan perekrutan massal dan berkembang pesat.
"Terbukti di beberapa desa di Kecamatan Sukadana. Sebelumnya hanya berjumlah 104 anggota di Desa Pampang, kemudian 70 jiwa di Desa Sedahan Jaya. Saat ini di dua desa itu sudah berjumlah 973 anggota. Belum termasuk desa-desa di Kecamatan Pulau Maya," ucapnya.
Keberadaan Gafatar di KKU dinilainya mengganggu keberlangsungan program pemerintah. "Program yang mulai terusik dengan kehadiran Gafatar, seperti program pendidikan gratis yang berimbas pada menurunnya IPM Kayong Utara," tutur Hamid.
"Hal ini yang sangat mengkhawatirkan. Anak-anak tidak dapat mengenyam pendidikan akibat aliran yang salah," tambahnya.(sin/pat)