Sepuluh Langkah Mendapatkan Bonus Demografi di Kalbar

Opini

Editor sutan Dibaca : 1355

Sepuluh Langkah Mendapatkan Bonus Demografi di Kalbar
Siti Masdah, Mahasiswa UMP Pontianak dan Ketua Koalisi Muda Kalbar.
Oleh: Siti Masdah,
Mahasiswa UMP Pontianak dan  Ketua Koalisi Muda Kalbar


Bonus demografi saat ini sedang menjadi tren topik untuk dibicarakan. Bonus demografi adalah bonus yang dinikmati suatu negara,  dikarenakan besarnya proporsi penduduk usia 15-64 tahun yang cukup tinggi dan hanya terjadi satu kali sepanjang masa.
        

Dengan harapan penduduk usia produktif dapat menabung, berinvestasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan  dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Bonus demografi terjadi pada saat ratio ketergantungan di bawah 50 dan biasanya diikuti peningkatan proporsi penduduk lanjut usia.


Bonus demografi bukan saja masalah masyarakat yang berumur 15-64 tahun lebih banyak dibandingkan masyarakat  berumur kurang dari 14 tahun dan lebih dari 64 tahun.
Apakah kita sudah tahu dan paham tentang bonus demografi ? Suatu daerah tidak akan memperoleh keuntungan bonus demografi jika indikator-indikator yang mendukung tercapainya bonus demografi tidak dipersiapkan.

Pemerintah menetapkan minimal ada 4 indikator yang harus dipersiapkan pemerintah dalam rangka menyongsong tercapainya bonus demografi, sumber daya manusia (SDM), menurunkan Total Fertility  Rate (TFR), tenaga kerja, dan lapangan pekerjaan untuk meningkat perekonomian.

Ada dua hal yang mungkin terlupakan oleh kita adalah sumber daya alam (SDA) yang tersedia dan akses jalan yang memadai.
Mengapa saya katakan demikian? Apakah mungkin bonus demografi akan berjalan sesuai harapan apabila sumber daya alam yang ada tidak kita jaga dengan baik?

Apakah mungkin masyarakat dapat mengakses semua informasi dan mendapatkan pekejaan yang layak apabila jalan atau tempat untuk mendapatkan informai sulit di jangkau? Apakah Kalimantan Barat sudah siap menghadapi bonus demografi dan tantangan ketenagakerjaan? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.  

Realita yang terjadi saat ini, masih banyak penduduk usia produktif yang belum terserap ke lapangan pekerjaan, IPM masih rendah, TFR semakin meningkat, ASFR usia 15-19 tahun tertinggi se-Indonesia, pembakaran hutan terjadi di mana-mana dan masih banyak akses jalan yang belum baik.  


Dalam menghadapi bonus demografi ini setidaknya ada beberapa langkah yang harus dilakukan semua pihak yaitu: memperbaiki akses jalan dari pedesaan menuju perkotaan, menjaga kelestarian  SDA yang tersedia, meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan program wajib belajar 12 tahun.

Mendorong generasi muda untuk memiliki jiwa kewirausahaan, menyiapkan lapangan pekerjaan sesuai dengan keterampilan masyarakat dan produk unggulan daerah, mendorong investasi padat karya yang spesifikasi tenaga kerjanya disesuaikan dengan rata-rata pendidikan masyarakat.

Menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat, mengembangkan ekonomi kreatif sesuai SDA yang ada di daerah, memberikan keterampilan pada masyarakat sebelum memasuki lanjut usia (lansia) agar mereka tetap produktif di masa lansia, memperbaiki manajemen pengelolahan keuangan daerah, agar apa yang sudah diprogramkan tidak sia-sia dan dapat di evaluasi secara bekala.

Apabila 10 langkah ini kita lakukan, maka kita akan mendapat keuntungan dari bonus demografi dan masyarakat kita mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan,  yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan masing-masing.

Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk peduli terhadap problematika kependudukan yang ada, sehingga kita akan lebih siap menghadapi bonus demografi dan tantangan ketenagakerjaan. Saya berharap semoga kita bisa mendapatkan keuntungan bonus demografi. (*)