Selasa, 15 Oktober 2019


ASP Bakal Bangun Perpustakaan dan Bantuan Pendidikan

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 835
ASP Bakal Bangun Perpustakaan dan Bantuan Pendidikan

BERCENGKERAMA – Para relawan Aksi Sedekah Pendidikan (ASP) tengah bercengkerama dengan siswa Sekolah Satu Atap Pulau Lemukutan beberapa waktu lalu. 17 Agustus 2017 nanti, mereka akan merayakan Kemerdekaan Indonesia bersama dan butuh peran para dermawan.

Komunitas Aksi Sedekah Pendidikan (ASP) akan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 bersama para siswa SD-SMP Satu Atap Pulau Lemukutan, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang. Serangkaian agenda direncanakan. Mulai dari upacara, bakti pantai, bikin perpustakaan hingga sejumlah perlombaan. Dan mereka perlu bantuan. Sebelum sampai pada apa yang mereka butuh, ada hal menarik ketika berbincang dengan Manager Public Relation ASP, Maulini ihwal agenda mereka itu. Suara Pemred teringat ucapan John F Kennedy, mantan Presiden Amerika yang juga sahabat Presiden Soekarno.

“Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!” Itulah rasa yang bikin ASP tercipta, 17 Agustus 2015 lalu. Berawal dari sekumpulan mahasiswa FKIP Untan, dikomandoi Indra Dwi Prasetyo, mereka para mahasiswa penerima beasiswa merasa telah banyak diberi pemerintah. Kuliah sudah didanai, lalu apa timbal balik untuk bangsa?

“Pemerintah baik banget sih sama kita, sampai kasih uang pendidikan yang banyak buat kuliah kita, lalu apa yang sudah kita kasih ke Pemerintah? Lewat komunitas ini kita bantu dunia pendidikan, dari aksi kecil, sumbangan sedikit,” cerita mahasiswa FMIPA Kimia Untan itu.
Kini komunitas ini tak hanya diisi mahasiswa FKIP Untan. Anggotanya yang berjumlah 22 orang, datang dari disiplin ilmu yang beragam. Dua tahun berjalan, ASP fokus pada pendidikan di Kalbar. Mereka ingin jadi jembatan antara masyarakat dan dunia pendidikan yang membutuhkan uluran tangan. “Bantuan yang kami berikan itu tidak selalu sama, tergantung lagi dari kebutuhan sekolahnya,” imbuh Maulini.

Jika sekolah tak punya perpustakaan, mereka berusaha mewujudkan. Buku-buku pendukung dicari, disusun dan dihias semenarik mungkin. Bila di sekolah itu banyak siswa tak mampu, bantuan beasiswa, keperluan belajar mengajar sampai alat terapi anak berkebutuhan khusus coba diadakan. Semua yang dibutuhkan, didapat dengan sistem donatur. Masyarakat yang ingin berpartisipasi, bisa mendonasikan barang dan uang. Untuk donasi uang, bisa dikirim ke nomor Rekening Bank Kalbar 88-2013-2121-10 an Aksi Sedekah Pendidikan. Sementara donasi barang, disalurkan ke Jalan Parit H Husein 1, Gang Al Qadar Nomor 3, Pontianak. Mencerdaskan kehidupan bangsa mestinya, memang bukan cuma tugas negara, tapi jadi gerakan bersama.

“Mereka yang tidak bisa donasi uang ataupun barang, bisa berpartisipasi dengan turun langsung bersama kami saat agenda,” jelasnya. Nah, di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2017 nanti, mereka mengajak semua ikut serta merayakannya bersama siswa SD-SMP Satu Atap Pulau Lemukutan. Ini kali pertama agenda dilaksanakan jauh dari kota. Biasanya seputaran Pontianak dan Kubu Raya. Jadwal ini disusun sekaligus memperingati dua tahun ASP berdiri.

Lantaran mereka akan buatkan perpustakaan dan donasi untuk sekolah, komunitas ini tengah mengumpulkan buku, Iqra, Alquran, perlengkapan P3K dan peralatan olahraga. Siapa saja yang berminat membantu dapat berdonasi. Informasi kegiatan ini dapat dipantau di akun Facebook Aksi Sedekah Pendidikan dan Instagram ASP_Pontianak. Atau narahubung 0896-3272-4277 (Maulini) dan 0857-5072-6565 (Gadis). “Intinya kami ingin meminta bantuan kepada masyarakat untuk berbagi donasi kepada siswa-siswa di sana,” pungkasnya. (kristiawan balasa/and)