Bulog Salurkan 2.748,78 Ton Raskin untuk 15.271 RTS di Kota Pontianak, Kalbar

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1638

Bulog Salurkan 2.748,78 Ton Raskin untuk  15.271 RTS di Kota Pontianak, Kalbar
ILUSTRASI- Stok Beras. (www.bulog.co.id)
PONTIANAK, SP – Sebanyak 2.748,78 ton beras miskin (raskim) disiapkan untuk 15.271 rumah tangga sasaran (RTS) di Kota Pontianak pada tahun 2016. Masing-masing RTS, diberikan jatah sebanyak 15 kilogram (kg) per bulan dengan harga tebus senilai Rp 1.600 per kilogram di titik distribusi.

 
“Masing-masing RTS diberikan jatah sebanyak 15 kilogram per bulan atau sebanyak 229,06 ton per bulan dan sebanyak 2.748,78 ton per tahun, khusus di Kota Pontianak," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Kalbar, Muhammad Attar Rizal saat Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pendistribusian Raskin di ruang rapat Wali Kota Pontianak, Selasa (16/2).

Attar menyebut, jumlah pagu pendistribusian Raskin untuk RTS di Provinsi Kalbar maupun Kota Pontianak tahun 2016 ini, sama seperti tahun sebelumnya. Raskin yang didistribusikan, merupakan beras dengan kualitas medium.

Jika raskin yang diterima RTS kualitasnya tidak baik, pihaknya siap mengganti dalam waktu 3x24 jam. “Sebenarnya merujuk pada pedoman umum adalah 1x24 jam. Tapi kita punya kebijakan. Kita menggantinya selama tiga hari,” ujar Attar.

 Dia juga mengimbau sebelum Raskin sampai pada RTS atau berada di tempat penyimpanan sementara, sebaiknya memperhatikan ruangan penyimpanan beras. Sebab, beras memiliki karakteristik tersendiri, di mana ruangan yang lembab atau basah bisa mempengaruhi kualitas beras.

“Pendistribusian mulai dari Gudang Bulog hingga ke titik distribusi butuh waktu untuk menyampaikan kepada RTS. Juga kemungkinan terjadi dalam perjalanan dari gudang ke titik distribusi. Makanya silakan dicek begitu sampai di titik distribusi. Kalau ada yang tidak sesuai dengan kriteria, kami siap menggantinya,” katanya.

Sementara itu, Asisten Administrasi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Herry Hadad mengatakan, berdasarkan keputusan pemerintah pusat, data penerima Raskin tahun 2016 masih menggunakan data tahun sebelumnya.

Begitu juga dengan mekanisme pendistribusiannya, tidak mengalami perubahan. 
“Tahun 2015 lalu kita sudah menyelesaikan distribusi Raskin 100 persen. Raskin ini diperuntukkan selama setahun,” jelasnya. Herry menyebut, pada periode sebelumnya, penerima Raskin kerap mengeluhkan kualitas beras. 

Menurutnya, hal itu disebabkan kerena pengaruh tempat penyimpanan yang kurang memadai. Untuk itu, dia meminta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kota Pontianak memonitor kondisi tiap-tiap kantor lurah yang dijadikan titik pendistribusian.

 
“Sehingga jika ada tempat penyimpanan yang bocor bisa segera ditangani Dinas Cipta Karya. Makanya kita minta prioritaskan untuk segera mengambil Raskin yang sudah datang,” imbuhnya.

Agar sirkulasi Raskin lancar dan tidak terhambat, Pemkot Pontianak telah menyiapkan dana cadangan sehingga keterlambatan pembayaran oleh RTS penerima Raskin tidak menjadi hambatan untuk sirkulasi berikutnya.
“Artinya, selama masyarakat belum sanggup membayarnya, kita talangkan dulu,” jelasnya.

Ia berharap, pembagian beras raskin pada tahun 2016 ini dapat berjalan dengan lancar. Pihaknya menegaskan akan berusaha untuk mendapatkan informasi yang jelas jika terdapat selisih saat pembagian beras Raskin dan akan ditangani secepatnya. (yoo/ind)