Orangtua Mengaku Khilaf, Makamkan Bayi di Bawah Pohon Akasia di Kota Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1847

Orangtua Mengaku Khilaf,  Makamkan Bayi di Bawah Pohon Akasia di Kota Pontianak
KUBURAN- Lokasi penemuan kuburan jasad bayi di sebuah lahan kosong, tepatnya di bawah pohon akasia di Jalan Perdana, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. (FOTO SUARA PEMRED/ YODI RISMANA
PONTIANAK, SP – Misteri penemuan makam dan jasad bayi di sebuah lahan kosong, tepat di bawah pohon akasia di Jalan Perdana, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Selatan yang sempat membuat warga geger, akhirnya terkuak.

Orangtua bayi mengklarifikasi kepada polisi alasan mereka menguburkan bayi di lahan yang sejatinya bukan tempat pemakaman tersebut.

"Sebelumnya saya dan keluarga ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga, perangkat RT, kelurahan dan kecamatan karena tidak memberitahukan kepada warga sekitar saat memakamkan jenasah bayi kami di tempat itu" kata YN, Ibu dari bayi tersebut saat mendatangi Mapolsek Pontianak Selatan, Jumat (4/3) siang.

Dijelaskan YN, bayi tersebut sebelumnya lahir secara prematur dalam usia kandungan lima bulan. Proses persalinan dilakukan di rumah orangtua mereka di Jalan Perdana pada Rabu (2/3) sekitar pukul 03:30 WIB dibantu bidan setempat.

Usai dilahirkan, sekitar pukul 05:00 WIB, bayi kemudian dibawa ke RSUD Soedarso untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, anak keduanya itu hanya bertahan hidup selama sembilan jam dan akhirnya meninggal dunia pada pukul 10:30 WIB.
 
"Lahirnya normal, melahirkan di rumah dibantu sama bidan. Tapi karena organnya belum sempurna, akhirnya dia meninggal. Siang, sekitar jam satu saya bawa pulang ke rumah," kata YN.

Namun sore sekitar pukul 14:30 WIB, dia meminta pada suami dan adik sepupunya untuk memakamkan bayinya di Gang Teknik, Jalan Reformasi, Perdana Pontianak, tanah yang diakui milik abang kandungnya.

"Saya khilaf dan tidak terfikir, di rumah juga sedang ada musibah, waktu juga hampir maghrib, jadi saya yang ngotot minta dimakamkan di situ. Tidak sempat memberitahukan kepada warga. Saya minta maaf untuk semua yang merasa resah atas kejadian ini," katanya.

YN juga menambahkan, jika bayi yang dilahirkan tersebut akhirnya meninggal dunia merupakan hasil dari hubungan yang sah dari dia dan suaminya. Sebelumnya, penemuan makam bayi tersebut sempat membuat geger dan menimbulkan tanda tanya bagi penduduk setempat.

Awal penemuan makam dengan nisan Alwi bin Arman itu diketahui oleh seorang warga yang melintas di lokasi tersebut pada Rabu (2/3) sore. Merasa janggal ada makam yang tidak pada tempatnya, dia kemudian melaporkannya pada pihak RT. Mendapat laporan, pihak RT kemudian menghubungi Polsek Pontianak Selatan.

Anggota polisi pun kemudian mendatangi lokasi. Guna penyelidikan, di sekitar lokasi makam dipasang garis polisi (police line). Barulah pada Kamis (3/3), makam tersebut dibongkar dan jasad bayi dipindahkan ke tempat pemakaman umum (TPU) di Jalan Media Pontianak.


Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Kartyana membenarkan jika kedua orangtua dari almarhum bayi tersebut telah mendatangi kepolisian sektor Pontianak Selatan untuk menjelaskan dan mengklarifikasi temuan itu.

"Bahwa benar diakui oleh kedua orangtua bayi atas nama A dan Y, warga Purnama, bahwa jasad bayi yang ada di dalam makam adalah anak kandung mereka yang sengaja dimakamkan di tempat tersebut" ungkap Kartyana, Jumat (4/3).

Berdasarkan keterangan dari orangtua bayi, ujar Kartyana, jasad bayi tersebut merupakan anak mereka yang lahir secara prematur berusia lima bulan. “Karena bayinya lahir prematur, maka langsung ditangani di RS Soedarso. Namun karena kondisi bayi yang tidak memungkinkan, akhirnya bayi tersebut meninggal,” paparnya.

Setelah bayi tersebut meninggal, lanjutnya, oleh suami dan pihak keluarga lainnya langsung menguburkan bayi tersebut di tanah milik pamannya. Mereka tidak menyangka perbuatannya tersebut justru membuat warga sekitar resah.

“Dalam kondisi dikejar waktu dan kedua pasangan ini masih dalam kondisi kena musibah. Bapak bayi ini mengaku tidak sempat memberi tahukan warga setempat dan akhirnya membuat heboh warga,” pungkasnya. (yoo/ind)