Senin, 23 September 2019


Panglima TNI Orasi Ilmiah di Untan Pontianak

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1656
Panglima TNI  Orasi Ilmiah di Untan Pontianak

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (empat kanan) bersama Rektor Universitas Tanjungpura Thamrin Usman (kiri) dan sejumlah guru besar saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Untan ke-57 di Pontianak, Kalbar, Kamis (19/5). ANTARA FOTO/Jessi

PONTIANAK, SP- Dies natalisnya ke-57, Universitas Tanjungpura (Untan) mengadakan sidang senat terbuka dan penyerahan penghargaan kepada putra terbaik bangsa, Kamis siang (19/5)   Dalam sidang tersebut Universitas Tanjungpura, mengundang Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai pembicara dalam sidang senat yang bertajuk orasi ilmiah di Auditorium Untan.  

Didaulat sebagai pembicara, Panglima TNI menyampaikan materinya tentang orasi ilmiah, karena melihat dari pertumbuhan manusia di muka bumi.   "Daya tampung bumi kita idealnya hanya, 3-4 miliar jiwa," ungkap Panglima TNI, dihadapan seluruh mahasiswa Untan yang juga dihadiri oleh jajaran Pemerintahan Kalbar, Kodam XII Tanjungpura, Polda Kalbar, jajaran Pemerintah Kota Pontianak dan segenap civitas akademika Untan

Sementara itu melihat apresiasi besar dari segenap civitas akademika Untan. Rektor Untan,  Prof. Dr. H. Thamrin Usman D.E.A, berterimakasih dengan materi yang disampaikan oleh Panglima TNI.
 

Rektor menuturkan apa yang disampaikan oleh Panglima TNI tentang kekayaan sumber daya alam Kalimantan Barat dapat menjadi acuan untuk membangun di masa yang akan datang, sebab kemiskinan dan kelaparan serta kesehatan yang buruk maka sekitar 15 juta anak meninggal dunia setiap tahunnya.  

 “Orasi ilmiah yang telah disampaikan Panglima TNI menurut hemat kami menjadi suatu kajian dan informasi yang sangat strategis untuk kita bersama-sama pahami, waspadai dan sikapi,” jelas Rektor, usai acara, sidang Senat terbuka Dies Natalis Untan ke 57.  

Selanjutnya Rektor menambahkan Untan sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Kalbar tentunya akan terus membantu pemerintah dalam pengembangan potensi sumber daya alam yang ada di Kalbar melalui pendidikan dan penelitian.   “Maka dengan Sumber daya alam yang luar biasa jangan menjadi kutukan, namun dijadikan sebuah kekuatan, bagi kita,” pungkasnya mengakhiri sidang senat.  (del/lis/sut)