Rabu, 23 Oktober 2019


Dinkes Pastikan Vaksin di Kota Pontianak Asli

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1171
Dinkes Pastikan Vaksin di Kota Pontianak Asli

ILUSTRASI VAKSIN (hdimagegallery.net)

 

PONTIANAK, SP- Dinas Kesehatan Kota Pontianak memastikan vaksin yang beredar di Kota Pontianak merupakan vaksin asli. Kadis Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menjamin, vaksin wajib di Pontianak berasal dari Kementerian Kesehatan.  

Ia mengklaim, sejak awal isu vaksin palsu beredar, pihaknya langsung melakukan pengecekan. Sidiq meyakini vaksin-vaksin yang berasal dari Kementerian Kesehatan merupakan vaksin asli dan tidak berbahaya.  

Informasi yang didapatnya dari media, Menteri Kesehatan mengatakan vaksin-vaksin palsu yang beredar adalah vaksin impor. Di mana yang berperan di sana adalah dokter atau rumah sakit swasta.

Namun untuk vaksin wajib semua dari pemerintah   “Kita sudah melakukan pengecekan terhadap distributor resmi vaksin di kota Pontianak, termasuk ke mana saja vaksin-vaksin itu didistribusikan. Mulai dari rumah sakit hingga dokter praktek, semuanya tercatat dengan baik. Selain itu, BPOM juga sudah bergerak,” terangnya, Selasa (28/6).  

Vaksin wajib yang dimaksud antara lain vaksin campak, PCG, polio, dan TBC. Semuanya diproduksi Indo Farma dan dijamin aman. Penyalurannya sendiri dari mulai rumah sakit milik negara, hingga swasta. Juga puskesmas, posyandu dan dokter-dokter praktik.  

Sementara untuk di luar vaksin wajib, kebanyakan dipakai oleh rumah sakit swasta. Itu pun sudah dilakukan pengecekan dengan hasil akhir semuanya aman. Distributor resmi untuk wilayah Pontianak dan sekitarnya adalah PT Anugerah Parnindo Lestari (APL).  

Perusahaan ini menyuplai langsung persediaan vaksin dari APL pusat. Artinya, dari mana dan ke mana vaksin itu didistribusikan pun sudah terdata.
  “Dari data-data ini semuanya menunjukkan kita tidak ada indikasi vaksin palsu. Untuk vaksin wajib semua dari Dinas Kesehatan, sementara vaksin tambahan dari distributor resmi yang ada di Jakarta,” tambahnya.  

Perihal peluang adanya vaksin palsu, Handanu menjelaskan saat ini pihaknya terus bergerak mencari informasi, terutama vaksin yang dipakai pihak swasta. Namun dari data yang ada, dokter praktik dan rumah sakit yang terdaftar mengambil vaksin-vaksin itu dari APL.  

“Kita juga belum menerima data resmi, vaksin mana saja yang dipalsukan, sebagian kami tahu informasi dari media. Sampai saat ini yang masuk baru satu instruksi dari Dirjen Pencegahan Penyakit, meminta pendataan dan pengecekan distribusi vaksin,” jabarnya ketika ditanya perihal kemungkinan adanya vaksinasi ulang bagi anak-anak.  

Ditambahkannya, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan vaksin polio untuk anak 5 tahun, kemudian di Agustus nanti akan ada imunisasi ulang untuk campak. Semuanya memang program rutin dan tidak ada kaitan dengan merebaknya isu vaksin palsu.  

Handanu tidak menampik jika isu ini membuat masyarakat takut bahkan kecewa, namun dirinya tegas menyampaikan bahwa kota Pontianak bebas dari peredaran vaksin palsu. Berdasarkan keterangan pers Kemenkes pun, hanya enam provinsi yang terindikasi.

Dan Kalbar khususnya Pontianak bukan salah satunya.   “Kita mengimbau kepada orang tua untuk tidak takut memvaksinasi anaknya. Untuk kota Pontianak kita jamin aman,” imbaunya.  

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono tegas menginginkan para pelaku pembuat dan pengedar vaksin palsu digelandang pihak kepolisian. Pemalsuan apapun, apalagi dalam kategori besar seperti ini sudah masuk ranah pidana. “Sudah ada petugas pengawas lapangan, kalau apotek itu di bawah BPOM dan Balai POM harus aktif bersama Dinas Kesehatan,” pintanya.  

Pengecekan yang telah dilakukan Dinas Kesehatan diapresiasi Edi Kamtono. Namun tetap harus terus melakukan pengecekan di lapangan. Mereka yang berkompeten dan memang bertugas melakukan pengawasan, tentu lebih ahli membedakan mana yang palsu dan mana yang tidak.  

“Kalau kita masyarakat awam tidak tahu vaksin itu asli atau palsu. Mereka yang berkompeten yang harus bertindak,” pungkasnya. (bls/loh/sut)