Putri Kalbar Ikut Kontes Miss dan Mr Deaf International di Las Vegas

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1941

Putri Kalbar Ikut  Kontes Miss dan Mr Deaf International di Las Vegas
Lidya Alviani Taslim dan rombongan berfoto bersama Pemred Harian Suara Pemred Harry Daya, Selasa (28/5).(SUARA PEMRED/Noi)
PONTIANAK, SP-   Tak ada yang menyangka jika gadis Tionghoa bertinggi badan 160 sentimeter ini adalah seorang penyandang tuna rungu yang amat istimewa.

Namanya, Lidya Alviani Taslim,  yang ternyata mampu mengharumkan Bumi Khatulistiwa di kancah pemilihan Miss dan Mr Deaf Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.  

DARA kelahiran Kota Pontianak, 11 Desember 1989, ini ternyata mampu meraih titel Juara Harapan 1 di kontes Miss Deaf Indonesia itu. Berikutnya, Lidya sedang menyiapkan diri untuk mengikuti ajang tersebut atas  undangan dari panitia Miss and Mr Deaf Internasional di Las Vegas, Amerika Serikat.
 

Kepada Suara Pemred,  Selasa (28/6), Lidya mengakui keterbatasan sebagai difabel tak harus membuatnya menyerah dengan keadaan. Dia pun menceritakan upayanya selama menyiapkan diri untuk mengikuti ajang antarnegara tersebut.
  “Kami yang difabel tidak boleh menyerah dan kalah dengan mereka yang normal. Saya akan tunjukkan kepada adik-adik dan teman teman bahwa kita bisa,” yakinnya lewat secarik kertas.  

Berbagai latihan yang sedang dilakukannya, antara lain, latihan menari atau berjalan di catwalk. Dalam persiapannya, Lidya dibantu oleh Suzandeleni Daris, seorang PNS di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar.  

Oleh Suzan, Lidya semakin diasah kemampuan tari dan berjalan di atas panggung. “Lidya sangat berbakat dalam hal tari dan make up,” ungkap Suzan.  

Ibunda Lidya, Ernillya Susanna mengungkapkan, keinginan Lidya untuk maju sangat kuat sehingga seakan tak satu pun penghalang yang menjadi sandungannya. Itu sebabnya,  sang ibunda bersama keluarga selalu membersikan motivasi dan semangat kepada putri kebanggaan mereka itu. 

“Kami semua mendorong Lidya, memberikan semangat agar selalu mandiri dan percaya pada kemampuan dirinya,” papar Ernillya.  

Meskipun telah mendapatkan predikat kedua terbaik di Indonesia, diakui Ernillya, prestasi Lidya masih belum terendus oleh pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Pontianak maupun Pemerintah Provinsi Kalbar.   “Kita mengharapkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan mimpi Lidya, agar bisa memenuhi undangan dari panitia Miss and Mr Deaf Internasional tersebut. Semoga kita semua bisa memberikan yang terbaik,” harapnya.  

Rangkaian kegiatan pemilihan Miss and Mister Deaf Internasional tersebut akan dilaksanakan pada 30 Juni- hingga 9 Juli 2016.Lidya direncanakan akan diberangkatkan pada Kamis (30/6).   “Dengan ini pula kami berpamitan dan mohon doa masyarakat Kalimantan Barat, masyarakat Indonesia, agar Lidya bisa meraih hasil yang optimal di Las Vegas kelak dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” kata Suzan.  

Pada kesempatan yang sama, Lidya bersama orangtuanya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan sponsor dari berbagai pihak. Di antaranya,  Johnny Andrean, Bridal Tina, Dinas Sosial Kalimantan Barat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, MABM Kalbar, Yayasan Bhakti Suci,  dan lain-lain. (*/noi/pat/sut)