Dua Anggota TNI Kodim 1207/BS Dituduh 'Kencing'

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1430

Dua Anggota TNI  Kodim 1207/BS Dituduh 'Kencing'
Komandan Kodim 1207/BS Kolonel Infanteri Jacky Ariestanto (suara pemred)
PONTIANAK- Dua anggota TNI yang bertugas di wilayah Kodim 1207/BS melapor ke Polresta Pontianak karena dituduh menyelewengkan BBM. Kedua anggota tersebut, kemudian mendatangi Mapolresta dan membuat laporan pada Selasa (19/7) sore.

Komandan Kodim 1207/BS Kolonel Infanteri Jacky Ariestanto mengakui jika ia memang mendapatkan laporan terkait adanya pengaduan yang dibuat dua anggotanya tersebut ke kepolisian.

Peristiwa berawal saat adanya pengerahan anggota TNI dan Polri yang diperbantukan untuk mengisi kekosongan sopir truk tangki dalam mendistribusikan BBM Pertamina ke SPBU di sejumlah wilayah di Kalbar, karena adanya aksi mogok yang dilakukan para sopir dari perusahaan PT Elnusa Petrofin.

"Jadi anggota saya mendapat telepon dari seseorang bernama Ajun, mengatakan kalau ada mobil tangki yang dikendarai dua anggota TNI yang berhenti dan 'kencing' di jalan saat mengantarkan pasokan BBM ke SPBU Nusapati," kata Jacky, Selasa (19/7).

Menindaklanjuti adanya kabar tersebut, anggota kemudian mengecek kebenaran informasi dan berupaya menemui pengelola SPBU Nusapati dan pria bernama Ajun dengan didampingi anggota kepolisian.

Berdasarkan saran dari kepolisian yang menengahi, lanjut  Jacky, kemudian dua anggota tersebut membuat laporan pengaduan. Namun, tidak cukup kuat untuk sampai ke tahap pencemaran nama baik.

"Mana mungkin dia (anggota) berani kencing, ini operasi yang diawasi. Kalau ada yang berani bermain, pasti akan saya proses," tegas Jacky.

Sebelumnya, Jacky mengatakan, untuk membantu Pertamina dalam pendistribusian BBM ke masyarakat,TNI dan Polri telah menyiapkan sebanyak 42 anggota.  
“TNI dan Polri siap mendukung jika sewaktu-waktu terjadi insiden seperti ini. Jadi memang sudah ada perencanannya dalam rangka konvidensi seperti ini. Hari ini, kami mengerahkan 42 pengemudi, baik itu dari Polri maupun TNI untuk menggantikan sementara, pengemudi tangki BBM yang mogok,” ucap Jacky.

Hal ini bertujuan agar suplai BBM di masyarakat tidak terhenti. Sekaligus pula, TNI akan turut membackup Polri dalam mengamankan objek-objek vital. 
“Jadi mulainya hari ini, sejak Senin pagi jam 09.00 WIB, sudah mulai beroperasi. Selesainya kapan, ya sampai dibutuhkan. Artinya sampai pengemudi aslinya atau mungkin ada pengemudi pengganti dari pihak perusahaan,” ucapnya.

Sementara itu, Manager SPBU Nusapati, Mirkas Riyadi mengatakan, pada saat jadwal pengiriman BBM tersebut ke SPBU yang dikelolanya, ia melihat mobil tangki tersebut berhenti di kawasan Tugu Khatulistiwa melalui aplikasi GPS yang ada di telepon genggamnya.

Lantaran melihat mobil tersebut berhenti, ia pun kemudian menghubungi Ajun, sopir PT Elnusa Petrofin yang biasa membawa mobil tersebut ke SPBU-nya. "Saya telpon Ajun, karena biasanya dia yang bawa mobil itu, tapi dia hari ini tidak bekerja. Saya tidak tahu harus menghubungi siapa, saat itu mobil yang bawa anggota TNI," kata Mirkas saat ditemui di Mapolresta.

Mirkas menambahkan, kemungkinan ada kesalahan dalam aplikasi tersebut, karena mobil tersebut ternyata memang sedang dalam perjalanan membawa pasokan BBM ke SPBU. Setelah di cek, isi bahan bakar tidak berkurang dan normal seperti biasanya.

Mobil tersebut mengangkut BBM jenis premium sebanyak 8.000 liter. "Saya memang tidak melihat mobil itu berhenti, tapi di GPS terlihat berhenti. Mungkin aplikasi yang diberikan oleh PT Elnusa untuk memonitor pengiriman sedang error," katanya.

Supir PT Elnusa Petrofin, Ajun mengatakan, setelah dihubungi, dia kemudian menanyakan kepada salah satu perwira Kodim yang mengurus anggota tersebut. Lantaran merasa kenal dan tinggal bertetangga, Ajun pun bertanya sambil bercanda. "Saya telepon dia, saya bilang, saya dapat kabar kalau mobil yang dibawa (anggota TNI) berhenti di kawasan Tugu. Sambil bergurau, karena saya kenal dan bertetangga dengan dia, saya bilang, mungkin mereka 'kencing' di jalan," imbuh Ajun.

Namun, ungkap Ajun, ternyata candaan tersebut ditanggapi dengan serius hingga berbuntut dengan membuat laporan ke kepolisian. "Saya sudah berkali-kali meminta maaf dan menjelaskan kalau saya hanya bercanda tentang itu, tapi ya sudahlah, jadi pelajaran untuk saya untuk tidak bercanda," katanya.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul membenarkan adanya laporan pengaduan tersebut. "Memang benar ada anggota TNI yang ?datang ke Mapolresta untuk membuat aduan terkait pernyataan yang menuduh supir tangki tersebut berhenti di Tugu Khatulistiwa untuk menurunkan BBM," ujar Andi Yul.

Andi menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti aduan yang disampaikan tersebut. Terkait benar atau tidak, Andi mengatakan ada dugaan kesalahpahaman dalam hal tersebut. "Informasinya demikian, karena aplikasi GPS ini eror maka sopir tersebut dinyatakan berhenti 'kencing' dijalanan," tukas Andi. (pas/ind/sut)   ?