Rabu, 20 November 2019


Kebutuhan Darah di Kota Pontianak 150 Kantong per Hari

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1197
Kebutuhan Darah di Kota Pontianak 150 Kantong per Hari

ILUSTRASI (antaranews.com)

PONTIANAK, SP - Kepala Unit Pelayanan Darah (UPD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak, Darmanelly mengatakan, kebutuhan darah di Kota Pontianak bisa mencapai 150 kantong per hari.

Sementara yang rutin berdonor ke PMI hanya antara 20-40 orang saja. Bahkan, ketika Ramadan kemarin, stok darah yang ada, sempat hanya satu kantong saja.
Hal itu tidak mengherankan, sebab masyarakat yang memiliki keperluan akan darah bukan cuma dari Pontianak.

Banyak warga kabupaten/kota lain yang mencari darah di PMI Pontianak karena kerabat mereka dirujuk untuk dirawat di rumah sakit yang ada di ibu kota provinsi ini.

“Alhamdulillah, setelah lebaran pendonor mulai ramai, dan kegiatan-kegiatan mobile unit di beberapa tempat sudah berlangsung,” ujar Darmanelly kepada Suara Pemred, kemarin.


Semakin hari, Darmanelly menyebutkan angka pendonor mulai bertambah. Apalagi sejak menggunakan Sistem Informasi Manajemen Donor Darah (Simdondar), pengelolaan darah di PMI Pontianak lebih transparan. Masyarakat bisa mengakses stok darah di laman ayodonor.or.id yang diperbarui tiap satu jam.

Di sana juga tertera jadwal kegiatan donor darah yang berlangsung pada bulan itu. Masalahnya kini, masih banyak warga yang takut untuk mendonor. Darmanelly pun memberikan gambaran untuk membayangkan posisi mereka yang butuh bantuan darah.

Tentu kita lebih memilih untuk menyumbang darah, ketimbang terbaring lemah di rumah sakit karena membutuhkannya. Tak hanya itu, sebagian masyarakat juga mendonor hanya jika dihubungi, atau dibutuhkan oleh keluarga.

Padahal, manfaat mendonor akan didapat, jika dilakukan secara rutin tiga bulan sekali. Donor darah tak hanya menolong orang lain, tapi juga buat pendonor semakin sehat. Sehat karena begitu darah diambil, kolesterol dan kalori ikut terambil, sehingga mengurangi kandungannya di dalam tubuh.

Peredaran darah menjadi lancar, mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk stoke. “Hati juga menjadi senang, karena kita bisa menolong orang, hal ini bisa dibandingkan bila ketika darah diperlukan baru berdonor, dari sekian orang cuma beberapa yang bisa berdonor. Bandingkan perasaan senangnya mereka bisa berdonor,” tutupnya.

Ia pun mengajak semua warga yang memenuhi syarat untuk donor darah, segera ke PMI. Di sana tersedia layanan mendonor setiap hari. Jika tak punya waktu, warga tinggal menghimpun pendonor lain dan PMI siap untuk memberi layanan jemput bola. (bls/ind/sut)