Ayah Cabuli Anak Kandung Selama Setahun

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1467

Ayah Cabuli  Anak Kandung Selama Setahun
Tersangka AB (52) ketika berada di kantor polisi. (hendra cipta/suara pemred)
PONTIANAK, SP - Mengaku mendapat bisikan gaib, AB (52) tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri berusia 15 tahun. Tak tanggung-tanggung, perbuatan tercela itu dilakukan sebanyak 28 kali dalam rentang waktu satu tahun, sejak  2015 dan 2016.

Hal itu dicatat sendiri korban pada kalender tahunan di rumahnya, di Jalan Tanjung Raya II, Pontianak Timur.

Wakapolresta Pontianak, AKBP Veris Septiansyah mengungkapkan, perbuatan pertama kali pelaku dilakukan tepat setahun yang lalu. Yakni pada Juli 2015. Sepanjang tahun itu, pelaku mencabuli anaknya sendiri sebanyak 14 kali.

Sementara pada tahun 2016, pelaku yang semakin menjadi-jadi, hingga pada bulan Juli, korban harus pasrah melayani birahi orangtua kandungnya sendiri sebanyak 14 kali pula.

"Pada tahun 2015 itu, satu kali di antaranya hanya sebatas mencium dan meraba alat vital korban. Sedangkan sisanya dicabuli," kata Veris saat memberikan keterangan persnya di Mapolresta Pontianak, Selasa (2/8).

Perilaku cabul pelaku sebelum dilaporkan ke Mapolsek Pontianak Timur, dilakukan pada Minggu (31/7). Saat ibu korban atau istri pelaku sedang tidak berada di rumahnya.

"Setiap melakukan aksinya, pelaku selalu menunggu istrinya tidak berada di rumah. Atau saat rumah dalam keadaan kosong, tidak ada orang selain korban," ucapnya.

Mungkin karena sudah tidak tahan atas perbuatan keji ayah kandungnya, korban lantas menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Mengetahui hal tersebut, tanpa pikir panjang, ibu korban mengadukan hal itu kepada kepolisian di Mapolsek Pontianak Timur.

"Setelah mendapat laporan dan melakukan pemeriksaan terhadap korban. Anggota kemudian ke rumah korban yang merupakan tempat kejadian perkara, dan mengamankan pelaku untuk dibawa ke Mapolsek," jelasnya.

Bersamaan dengan ditangkapnya pelaku, kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni berupa kalender, satu buah kasur, sebuah celana dalam, celana panjang, baju kaos, sabun mandi, pakaian dalam korban, baju kaos pelaku saat kejadian dan akta, buku nikah serta kartu keluarga.

"Dokumen itu untuk memperkuat bahwa pelaku dan korban adalah memang saudara kandung," ucapnya.

Jumlah 28 kali perbuatan keji pelaku terhadap korban, terungkap berdasarkan pengakuan korban yang menandai kalender setiap usai pelaku mencabulinya.

"Korban memberi tanda coretan pada setiap tanggal pelaku melakukan aksi bejatnya itu," ujarnya.

Sementara pelaku menurut mantan Kapolres Sintang ini, tidak membantah telah melakukan perbuatan tersebut. Hanya saja dia mengaku mendapatkan bisikan gaib sebelum melakukan aksinya tersebut.

Untuk itulah, dalam proses penyidikan selanjutnya, kepolisian telah melakukan sejumlah langkah-langkah, di antaranya seperti melakukan olah tempat kejadian perkara, melakukan visum terhadap korban.

"Dan yang terpenting adalah segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pontianak dan pihak-pihak terkait, untuk penanganan trauma terhadap korban. Selain itu juga, akan memeriksa kejiwaan pelaku," ungkapnya.

Saat ditemui di Mapolsek Pontianak Timur, AB tak menampik perbuatan tersebut. Menurutnya, perbuatannya dilakukan ketika mendapat bisikan gaib, dan saat rumah dalam keadaan kosong. Selain itu, pelaku membantah memaksa dan mengancam anaknya sendiri, untuk melakukan aksi.

"Dulu pernah menuntut ilmu. Jadi biasa menerima bisikan gaib sebelum melakukan itu," ucapnya. (ang/lis/sut)