Rabu, 18 September 2019


Kejari Pontianak Bantah Periksa Mantan Sekda Kota Pontianak

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1429
Kejari Pontianak Bantah Periksa Mantan Sekda Kota Pontianak

Kediaman TH, Mantan Sekda Kota Pontianak. (SUARA PEMRED/ YODI)

PONTIANAK, SP - Mantan Sekda Kota Pontianak, TH, dikabarkan diperiksa pihak Kejaksaan Negeri Pontianak, Jumat (26/8) sore.
Mengenakan kemeja batik berwarna ungu, pensiunan PNS sejak 30 November 2010 lalu ini terlihat duduk di kursi depan ruang kepala seksi pidana khusus kejari.

"Saya sempat salaman sama dia, dan mengenalkan diri," kata seorang pengacara yang enggan disebutkan namanya kepada Suara Pemred.
 

Pengacara ini menyatakan memang dirinya saat itu tidak melihat TH berada di ruang pemeriksaan. Namun seorang jaksa mengakui TH sedang bermasalah.  

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Pontianak, Agus Salim membantah memeriksa TH. Menurutnya, jika ada pemeriksaan tentulah dia mengetahui.  "Tidak tahu saya. Tidak tahu saya kalau dia diperiksa," kata Agus.
 

Sebagaimana diketahui, TH memulai karir PNS di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Barat pada 1980. Setelah malang melintang sebagai PNS, TH akhirnya menjabat sebagai Sekda Pontianak, dan pensiun pada  30 November 2010,  dan langsung digantikan Syarif Abdullah sebagai pelaksana tugas.

Menurut pantauan Suara Pemred, kediaman TH yang berada di ujung Jalan Selayar Nomor 7, Pontianak Selatan,  terlihat mencolok dibandingkan rumah  lainnya. Berlantai dua, bangunan berwarna krem berpagar hitam ini beratap  genteng hijau lumut.
 

Rumah ini  berada di sebelah Masjid Miftahuddin yang terpisah oleh Jalan Selayar. Tiga unit sepeda motor terparkir di halaman depan.
  Dari dalam terdengar suara orang mengaji dengan pengeras suara.

 Beberapa wanita terlihat duduk melingkar di teras. "Memang di sini sering ada pengajian, kebetulan hari ini di rumah beliau," kata seorang warga.

Menurutnya,  TH memang aktif pengajian. Hampir setiap pekan digelar pengajian di rumahnya. Kebetulan hari ini giliran pengajian kaum ibu.
"Kalau bapak mungkin ada di dalam. Biasanya lewat pintu samping, karena  kalau di depan ada orang," tambahnya.

Setiap hari TH pun dikenal sebagai orang yang rajin salat di masjid. Jarak antara rumahnya dan Masjid Miftahuddin hanya sepelemparan batu. Hampir setiap hari TH terlihat salat berjamaah di masjid itu. (ang/bls/bob/pat)