Polresta Pontianak Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh di Deli Serdang, Sumut

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1559

Polresta Pontianak Tangkap  Terduga Pelaku Pembunuh  di Deli Serdang, Sumut
Dharmawansyah, terduga pelaku pembunuhan terhadap Dharma Putra Nurdin alias Farah (30), ketika berada di Bandara Supadio Pontianak. (ist)
PONTIANAK, SP - Terduga pelaku pembunuhan terhadap Dharma Putra Nurdin alias Farah (30), yang ditemukan tewas Jumat (19/8) lalu, di sebuah salon kecantikan di Jalan Komyos Soedarso, Pontianak Barat, diamankan aparat  Polresta Pontianak. Dia merupakan teman kencan korban yang berprofesi sebagi pengantar air galon.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul mengungkapkan, terduga pelaku bernama Dharmawansyah Putra (31) yang tak lain adalan teman kencan korban. Oleh kepolisian, pelaku ditangkap di rumah sanak keluarganya di Perumahan Sakinah, KM 16,5 Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (25/8).

Pelaku diduga, langsung melarikan diri usai melakukan aksi pembunuhan dan perampokan terhadap korban. "Pelaku sudah berhasil kita tangkap. Namun untuk keterangan lebih jelasnya akan kita sampai besok (hari ini)," kata Andi Yul, Minggu (27/8).

Berdasarkan interogasi sementara yang dilakukan aparat kepolisian, pelaku tidak membantah melakukan pembunuhan itu. Namun motivasi pelaku yang hanya ingin menguasai barang berharga pribadi milik korban masih akan terus didalami.

Diketahuinya identitas pelaku dan keberadaannya, bermula dari serangkaian proses penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

Setelah memeriksa sejumlah saksi, akhirnya diketahui keberadaan sepeda motor milik korban yang hilang. Motor jenis Suzuki Satria F itu, ditemukan sudah berada di tangan seorang penadah bernama Abdul Hadi di Ambawang, Kubu Raya.

Tidak hanya itu, bersamaan dengan sepeda motor juga ditemukan seperangkat speaker aktif jenis home teather milik korban.
Dari petunjuk itulah, kemudian dikembangkan dan akhirnya diketahui keberadaan pelaku yang sudah melarikan diri ke daerah Sumatera Utara.

"Kita kirim anggota ke sana untuk melakukan penangkapan. Jumat malam sudah dapat dan Sabtu kemarin diterbangkan ke Pontianak," ujarnya.

Dugaan semakin menguat setelah bersama dengan pelaku, ditemukan dua buah telepon genggam milik korban yang hilang, yakni Iphone dan Samsung. Selain itu, juga ditemukan sebuah kalung. Namun masih ada satu buah barang yang masih menjadi misteri, yakni keberadaan sebuah televisi korban yang juga hilang.

Banyaknya barang-barang pribadi korban yang hilang, tentu sedikit mencurigakan, lantaran barang seperti televisi dan speaker aktif tidak bisa langsung dibawa dalam satu kali, apalagi itu dilakukan oleh seorang diri. Bukan tidak mungkin ada pihak lain yang ikut terlibat.    

Saat ditanyakan terkait pengembangan itu, Andi Yul mengelak, dia mengatakan belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. "Besok aja sekalian jam 8 pagi," tukasnya.

Setelah tiba di Pontianak, Sabtu (26/8) kemarin, pelaku langsung digiring ke tempat kejadian perkara untuk digelar pra rekonstruksi. Kepolisian juga memastikan akan segera membandingkan dengan hasil autopsi yang dilakukan, terkait dengan penyebab kematian korban.

Sebagaimana diketahui, mayat Farah, baru ditemukan setelah meninggal dunia dalam dua sampai tiga hari. Pertamakali ditemukan oleh abang iparnya Edi Hermawan, yang mendapat informasi tentang menghilangnya Farah, dari istrinya Siti. Menurutnya, keluarga sudah kehilangan kontak  dua hari atau sejak 17 Agustus 2016.


Saat tiba di salon, yang diketahui sebagai tempat tinggal korban, kecurigaannya semakin bertambah, dan akhirnya Edi bersama temannya Udin, berinisiatif mendobrak pintu belakang dan masuk ke dalam. Dan ketika sampai di kamar dalam salon ditemukanlah mayat tersebut.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, dengan posisi berbaring di atas tempat tidur, memakai baju singlet putih celana corak bunga-bunga, warna kuning. Ditambah dengan kondisi tubuh sudah membengkak dan kulit dominan membiru. (ang/ind/sut)