Pembangunan Jembatan Paralel Landak Dikabarkan Ditunda

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1460

Pembangunan Jembatan Paralel Landak Dikabarkan Ditunda
Suasana arus kendaraan pada Jembatan Tol Landak, Rabu (19/10). (SUARA PEMRED/YODI)
PONTIANAK, SP – Pembangunan Jembatan Pararel Landak dikabarkan ditunda. Menurut Wali Kota Pontianak, Sutarmidji kabar ini muncul dari anggota DPR RI bahwa kemungkinan pembangunan jembatan vital itu mengalami keterlambatan dari rencana awal 2017. Padahal, Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) sudah selesai.  

  “Di Musrenbangnas sudah mulai pembahasan. Tapi tidak tahu setelah pembahasan di DPR-RI justru katanya ditunda. Katanya mau fokus pada Jembatan Kapuas III,” kata Sutarmidji.  

Padahal Midji sangat berharap jembatan ini menjadi prioritas. Dari berbagai kajian, pembangunan jembatan itu lebih mendesak. Beban jembatan lama sudah tidak dimungkinkan. Rekayasa lalu lintas pun sulit dilakukan.

Dia berkeinginan, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat memperhatikan hal tersebut.  

“Kalau sekarang dibatalkan artinya pada tataran kita sudah maksimal. Artinya batal di tataran DPR-RI. Harusnya wakil kita di sana ngotot,” ujarnya.   

Menurutnya, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Jembatan Landak yang lama, maka alur distribusi akan terputus. Tak cuma pangan, tapi berbagai kebutuhan lain masyarakat. Bukan cuma Pontianak Utara tapi berpengaruh juga kabupaten lain di hulu.  

“Jika kami ada dananya, saya duluan yang bangun tidak perlu menunggu pusat. Karena memang ketika itu menjadi urusan pusat. Waktu itu anggota DPR RI dapil kita sudah oke juga, tapi mengapa sekarang berubah. Masyarakat Pontianak dan Kalbar harus mempertanyakan itu,” ujarnya kesal.  

Dia meminta keputusan ini dikaji kembali. Sebab proyek sudah disepakati dengan anggaran awal sekitar Rp50 Miliar dibahas di DPR RI.  

Anggota Komisi V, DPR RI, Dapil Kalbar, Syarif Abdullah menyatakan proyek ini tidak ditunda. Hanya saja yang menjadi kendala adalah persoalan lahan yang belum ditetapkan.

 “Bukan ditunda, tetap jalan (proyeknya). Tapi lokasi masih belum final,” ujarnya.  

Maka itu, dalam rapat bersama antara pihaknya dan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemkot diminta menuntaskan permasalahan lahan tersebut.  

Menanggapi kabar ini, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin mengatakan pihaknya bersama Pemkot akan mengomunikasikan permasalahan pada perwakilan DPR RI Kalbar. Pembangunan kebutuhan yang mendesak.

 Pengajuan sudah masuk best line menjadi kabar baik yang ditunggu tak hanya oleh warga Pontianak, tapi juga kabupaten lain di sekitarnya.
 

“Kalau bisa jangan sampai batal. Itu kan sangat urgent dan harus menjadi prioritas. Kalau bisa bersama Pemkot kita akan mengomunikasikannya,” ujarnya.
 

Kondisi jembatan lama sejauh ini kian memprihatinkan. Umurnya lebih dari 34 tahun. Usia pakai hanya 50 tahun. Dalam pantauannya, perbaikan selama ini memang dilakukan di sejumlah titik, namun tetap saja pembangunan jembatan baru penting dilakukan.  

Apalagi, jembatan itu satu-satunya akses dari utara ke selatan dan sebaliknya. Tak hanya menghubungkan wilayah Kota Pontianak. Tapi sebagai alur lalu lintas dan distribusi ke Kabupaten Mempawah, Singkawang, Sambas dan lainnya.  

Selama ini lalu lintas padat di jembatan tersebut kerap mengakibatkan kemacetan. Beban jembatan pun bertambah dengan truk-truk besar yang lewat.   “Sudah saatnya jembatan pararel dibangun, masalah urusan sampai batal, kita minta untuk ditinjau ulang,” pintanya.  

Menurutnya, proyek ini tak mungkin dianggarkan oleh Pemkot. Mengingat butuh dana yang tak sedikit. Maka itu, bantuan dari pemerintah pusat ini setidaknya jadi angin segar. Bila sampai ditunda apalagi batal dibangun tahun depan, akan jadi kabar buruk pembangunan kota.  
(ulasan selengkapnya pada Harian Suara Pemred Kamis (20/10). (bls/and/sut)