Perpusda Kalbar Bekali Pemuda dengan Budaya Membaca

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1164

Perpusda Kalbar Bekali Pemuda dengan Budaya Membaca
Perwakilan Perpusda Kalbar, Untad, Beni dan staf berdiskusi bersama jajaran Suara Pemred, Senin (24/10). (SP/ AGUS WAHYUNI)
PONTIANAK, SP - Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kalbar bakal membuat hujan buku dan banjir hadiah, pada pesta Kalbar Book Fair (KBF) 2016. Kepala Unit Perpusda Kalbar Untad Darmawan, menyatakan, sedikitnya ada 80 stand disediakan dengan melibatkan penerbit nasional, ikut memeriahkan acara KBF.

"Untuk pembukaan KBF dan pusat acara kita tempatkan di Rumah Radank Pontianak," kata Untad, saat berkunjung ke Suara Pemred.

Rencananya, acara ini berlangsung selama seminggu dan dimulai pada Rabu (26/10). Adapun khusus untuk acara pembukaan, panitia mengelar secara kolosal yang akan rencananya bakal dibuka Gubernur Kalbar, Cornelis dengan mengundang lebih dari seribu pelajar di Kalbar.

Ia menyebutkan, target dari KBF kali ini adalah mengkampanyekan cinta perpustakaan dan mengajak sebanyak-banyaknya generasi muda, agar gemar membaca.

Karena faktanya, menurut hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2015, Kalbar berada di urutan paling bawah dari daerah di seluruh Indonesia, di atas Provinsi Papua. Kalbar kalah dari Provinsi Kalteng dan Kepulauan Riau, dalam hal jumlah minat baca masyarakat. Data ini  tentu membuat prihatin kalangan pecinta literasi di Kalbar.

Padahal, untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang baik, generasi Kalbar tidak cukup modal lulus sekolah atau kuliah. Apalagi saat ini, era kompetisi dan persaingan sangat ketat sejak diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Generasi muda kita harus dibekali dengan wawasan yang luas. Salah satunya dengan budaya membaca," kata Untad.

Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang gemar membaca, akan semakin banyak inovasi terbaru lahir dari pemikiran generasi muda, baik di bidang IPTEK, budaya dan lainnya. Nah, untuk memprovokasi agar mengajak dan memaksa mereka melek baca, caranya dengan mengajak mereka hadiri KBF.

"Sasaran kita sebenarnya pelajar dan mahasiswa dan masyarakat umum. Pengunjung KBF ini juga gratis," ujar Untad.

Benny, panitia penyelengara KBF menyebutkan, nuansa pameran buku sebenarnya ada di KBF, dengan target 20 ribu pengunjung selama acara berlangsung.

Di sini, panitia menyediakan fasilitas spesial, berupa rabat hebat, yakni menyiapkan stand khusus untuk memberikan kesempatan kepada para penerbit lokal, menjual buku buku, dengan sistem pengelolaan yang bisa dipercaya.

Adapun buku yang dijual di stand ini, harganya hanya dua, yakni Rp 5 dan Rp 10 ribu. "Melalui rabat hebat ini, pengunjung bisa membeli buku murah di sini," kata Benny.

Ini baru satu di antara bentuk provokasi kepada pemuda cinta buku. Provokasi lainnya, panitia mendatangkan para penulis top nasional pada acara bedah buku. Juga ada panggung hiburan, workshop mendongeng, lomba foto selfie dan masih banyak lagi. (loh
/sut)