Jumat, 06 Desember 2019


Polresta Pontianak Ringkus Sindikat Pencurian Baterai Tower

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1661
Polresta Pontianak Ringkus Sindikat Pencurian Baterai Tower

ILUSTRASI Tower (tekno.liputan6.com)

PONTIANAK, SP – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pontianak berhasil mengungkap sindikat pencurian baterai tower milik perusahaan seluler, PT Indosat yang menuai kerugian hingga puluhan juta rupiah. Kedua tersangka, Suwandi dan Hermansyah dibekuk di kawasan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Minggu (23/10).

Senior Tower Operation PT Indosat Kalbar, Deni Kelana, menjelaskan kasus tersebut sudah berlangsung cukup lama. Yakni hampir tiga tahun. "Yang terbaru baterai tower di kawasan Air Hitam, Mempawah," kata Deni, di Mapolresta Pontianak.

Menurutnya, khusus di tower milik Indosat sudah puluhan kasus terjadi baik di Pontianak, Ketapang, Singkawang dan Landak. "Paling banyak kasus kehilangan terjadi di Pontianak," ujarnya.

Dia menjelaskan, tak hanya baterai yang dicuri, kabel tembaga dan penangkap petir juga digasak para pelaku. "Pelakunya sudah pintar, kalau curi baterai, BTSnya masih hidup sehingga tidak ketahuan saat barang dicuri," ungkap Deni.

Akibat pencurian baterai tersebut, lanjut Deni,  tak pelak berdampak pelayanan jaringan seluler Indosat kerap terganggu. Jaringan yang sering biarpet ini, menuai keluhan pelanggan operator seluler asal Singapura tersebut.


 "Saya mewakili operator berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku pencuri baterai tower ini," katanya.


Sementara itu, tersangka Suwandi ketika diwawancarai mengaku mencuri baterai di Jalan Uray Bawadi, Kecamatan Pontianak Kota. Aksi itu dilakukan bersama temannya. "Ada delapan baterai yang dicuri, semuanya kami bawa secara bertahap," akunya.

Dia menuturkan, baterai yang dicuri tersebut akan dijual kepada pemesan, dengan harga per baterai Rp350 ribu. “Sudah beberapa kali mencuri di kawasan tower, sebelum mencuri baterai juga pernah mencuri kabel tembaga,” ungkapnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean menjelaskan aksi pencurian yang dilakukan kedua tersangka terjadi pada Minggu (23/10).

Keduanya mengambil delapan buah baterai tower, sehingga membuat rugi PT Indosat senilai Rp80 juta. "Berdasarkan laporan, tim Jatanras melakukan serangkaian  penyelidikan kasus  pencurian itu," kata Andi.

Penangkapan tersebut diceritakan Andi Yul, ketika personelnya berpatroli dan menemukan orang dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Kemudian kedua orang itu diperiksa dan digeledah.

   "Barang yang dibawa ternyata ditemukan baterai tower yang diduga merupakan hasil kejahatan," ungkapnya.

Dari hasil penggeledahan, selain barang bukti baterai, Polisi juga berhasil mengamankan alat untuk melakukan kejahatan yang tersimpan di salah satu jaket pelaku.

"Pengakuan tersangka, baterai akan dijual ke penampungan besi tua di Jalan Jeranding, Kecamatan Pontianak Barat," terangnya.

   Andi Yul menegaskan, pihaknya akan mendalami keterangan kedua tersangka untuk mencari apakah ada keterlibatan pelaku lainnya. "Kedua tersangka akan dikenakan Pasal 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun," tegasnya. (ang/and/sut)